Petani di Merauke Minta Tambahan Pupuk dan Bibit Berkualitas

Nampak padi milik salah satu kelompok tani di SP 5, Distrik Tanah Miring yang sudah siap panen

Metro Merauke – Sejumlah petani di Merauke, Papua mulai mengeluhkan langkanya pupuk subsidi. Bukan karena pasokan tidak ada, melainkan kuota pupuk yang diedarkan sangat terbatas.

“Kuota pupuk bukan bertambah, tapi malah berkurang. Padi yang kita tanam mulai kena hama, ”ucap Ngadino, petani dari Kampung Yabamaru, Distrik Tanah Miring, Merauke belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Dengan kondisi tersebut, petani khawatir berdampak terjadi penurunan produktivitas padi pada musim tanam kali ini.

Menurut Ngadino, untuk mengatasi masalah pupuk, petani berharap pemerintah melakukan penambahan kuota.

“Kita juga berharap, pupuk nantinya datang lebih awal sebelum musim tanam,” katanya.

Selain masalah minimnya pupuk, ketersediaan bibit berkualitas juga diutarakan petani. Sebab, katanya, saat ini tidak sedikit petani terpaksa menanam dengan bibit yang terkena penyakit namun dipakai lagi.

“Ketersediaan bibit kurang, kita butuhkan bantuan bibit berkualitas agar hasilnya nanti juga baik,” beber Ngadino.

Jeritan petani akan masalah pupuk dan bibit padi disampaikan petani langsung ke Anggota Komisi IV DPR RI, H. Sulaeman L Hamzah ketika tengah melakukan kunjungan kerja dan bertemu petani di Distrik Tanah Miring.

Di hadapan petani, Legislator Fraksi NasDem, H. Sulaeman L Hamzah mengungkapkan, soal pupuk sudah menjadi masalah nasional dan terus dibahas di tingkat pusat.

Untuk di Merauke, katanya, dibutuhkan rencana defenitif kebutuhan kelompok atau RDKK dengan data terbaru untuk memastikan kebutuhan pupuk setiap tahunnya.

“Sesuai aturan, petani dengan lahan 2 Ha sudah tidak dapat pupuk subsidi karena dianggap sudah sejahtera. Tentu dibutuhkan data RDKK yang akurat untuk menentukan kebutuhan pupuk. Pemerintah tetap akan berusaha mencari solusi untuk mengatasi masalah pupuk,” tukasnya. (Nuryani)

Pos terkait