Korban Kebakaran Berkeluh Kesah ke Wabup Mimika

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob meninjau lokasi kebakaran di kawasan Jalan Budi Utomo, Kota Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Selasa (5/4/2022). (ANTARA/HO Dokumentasi Wabup Mimika)

Metro Merauke – Pemilik rumah makan, warung, dan toko yang tempat usahanya terbakar di kawasan Jalan Budi Utomo, Kota Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, menyampaikan keluh kesah kepada Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, yang meninjau lokasi kebakaran pada Selasa petang.

Kepada Wakil Bupati, mereka mengatakan bahwa harta mereka musnah dilalap api sehingga mereka tidak memiliki apa-apa lagi selain pakaian yang melekat di badan.

Bacaan Lainnya

“Masyarakat yang menjadi korban minta perhatian, mereka tidak punya apa-apa lagi. Hanya sisa pakaian di badan. Mereka sudah tidak punya tempat tinggal,” kata Wakil Bupati.

Kepada korban kebakaran, dia mengatakan bahwa pemerintah akan segera mendata korban dan kerugian material yang mereka alami akibat kebakaran.

“Tentu kami akan lakukan pendataan, di-crosscheck (diperiksa silang) dengan data dari pihak kepolisian. Nanti Dinas Sosial dan BPBD akan mendata ini semua. Kita akan coba mencari solusi bersama-sama,” katanya.

Kebakaran meliputi bangunan warung makan, kios, dan toko pakaian di kawasan Jalan Budi Utomo, persis di samping pusat pertokoan dan Hotel Horison Diana di Kota Timika pada Selasa pukul 11.00 WIT.

Api dengan cepat membakar habis seluruh bangunan yang berada di antara pusat pertokoan dan Hotel Horison Diana dengan Ruko Rumah Makan Minang hingga Rumah Sakit Tjandra Medika.

Empat mobil pemadam tiba lokasi kebakaran sekitar satu jam setelah kebakaran terjadi.

Petugas pemadam dengan bantuan polisi dan warga berusaha memadamkan kobaran api dan sekitar pukul 13.30 WIT api yang meliputi bangunan di kawasan Jalan Budi Utomo berhasil dipadamkan.

Kepala Polres Mimika AKBP IGG Era Adhinata mengatakan bahwa polisi belum bisa memastikan penyebab kebakaran di Jalan Budi Utomo Timika.

Namun, menurut penuturan warga api pertama kali terlihat di satu warung empek-empek Palembang dan kemudian merembet ke bangunan lainnya. (Antara)

Pos terkait