Hasil Uji Sampel, Ratusan Sapi Mati di Merauke Ditemukan Adanya Parasit

Penjabat Otoritas Veteriner Provinsi Papua Selatan, drh. Rafael H didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Martha Bayu Wijaya menyampaikan hasil uji sampel sapi

Metro Merauke – Sebanyak 177 ekor sapi di Merauke, Papua Selatan tercatat dalam sebulan terakhir mati.

Otoritas Veteriner Provinsi Papua Selatan bersama Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke bersama menyebut, penyebab kematian ratusan sapi di Merauke tidak sebabkan oleh nyamuk atau karena virus maupun penyakit.

Bacaan Lainnya

Melainkan, ditemukan infestasi parasit (Trypanosomiasis, babesiosis, theileriosis, paramphistomiasis, nematodosis) pada sapi.

Penjabat Otoritas Veteriner Provinsi Papua Selatan, drh. Rafael H didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Martha Bayu Wijaya menegaskan, hal itu diketahui berdasarkan hasil pengujian sampel yang dikirim di Balai Besar Veteriner Maros, Sulawesi Selatan.

“Parasit ini masih bisa diobati dan bukan penyakit yang menular pada manusia,” ujar Rafael, Rabu (24/04/2024).

Meski begitu, sambung Rafael, saat ini terus dilakukan pemeriksaan sampel pada sapi untuk disampaikan diaknosa defenitif yang menyebabkan kematian ternak sapi.

Pihaknya meminta warga yang aka memotong sapinya dilakukan di rumah potong hewan, sehingga ternak dalam pengawasan dokter hewan dan diperiksa sampai daging yang dihasilkan apakah layak dikonsumsi atau tidak.

“Tentunya bila terindikasi sapi tersebut terjangkit penyakit, petugas akan menolak untuk memotongnya, melainkan akan dilakukan treatment pengobatan sampai sembuh,” terangnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Martha Bayu Wijaya merinci, per 22 April 2024, tercatat sebanyak 177 ekor sapi mati tersebar di empat distrik.

Masing-masing di Distrik Semangga sebanyak 43 ekor, Tanah Miring 108 ekor, Kurik 23 ekor, dan Malind 3 ekor. (Nuryani)

Untuk Pembaca Metro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *