Tetes Emas Penyembuh Luka

Ketua Kelompok Harapan Papua Baru, Rusdiyati Tanawali Samkakai, berdiri di depan papan Program CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Fuel Terminal Merauke. Di belakang berdiri kokoh Rumah Produksi Olahan Ikan di Gudang Arang, Kamahedoga, Merauke. Berkat pendampingan berkelanjutan sejak 2020, kelompok beranggotakan 10 orang ini berhasil menyulap ikan gastor yang semula tak bernilai menjadi minyak dan kapsul Albumin Gudang Arang "Albugran" bernilai ekonomi tinggi. (Foto: Metro Merauke/Nuryani, Jumat 30/10/2026)

Metro Merauke – Di Gudang Arang, Kelurahan Kamahedoga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, ada ikan yang dulu tak dilirik. Namanya gastor, sebutan lokal untuk ikan gabus. Hidup melimpah di rawa-rawa Merauke, tapi dianggap ikan buangan, tak bernilai jual.

Anggota Kelompok Harapan Papua Baru mencuci bersih ikan gastor sebelum proses ekstraksi albumin di Rumah Produksi Gudang Arang, Kamahedoga, Merauke. Proses higienis ini menjadi kunci kualitas minyak dan kapsul albumin yang kaya manfaat untuk penyembuhan luka.(Foto: Metro Merauke/Nuryani, Jumat 30/10/2026)

Pandangan itu berubah di tangan 10 perempuan tangguh dari Gudang Arang. Sejak 2018, mereka membentuk kelompok, dinamai Rumah Harapan Papua Baru, pengolah albumin.

Bacaan Lainnya
Proses pembersihan ikan di gastor di rumah produksi Gudang Arang, Kelurahan Kamahedoga, Merauke. (Foto: Metro Merauke/Nuryani, Jumat 30/10/2026)

Kelompok yang diketuai Rusdiyati Tanawali Samkakai. Perempuan paruh baya kelahiran Merauke, 12 Oktober 1977, menggerakkan warga sekitar di tempat tinggalnya untuk berinovasi.

Proses pengemasan minyak albumin ikan gastor oleh kelompok binaan CSR Pertamina di Merauke, produk ini laku pesat saat Pandemi Covid-19. (Foto: Metro Merauke/Nuryani, Jumat 30/10/2026)

Barulah 2020, kelompok UMKM ini didampingi penuh melalui program CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Fuel Terminal Merauke.

Gastor yang berlendir itu disulap. Dagingnya diekstrak perlahan menjadi minyak dan kapsul albumin murni. Cairan bening kekuningan yang kaya protein, khasiatnya luar biasa. Mempercepat penyembuhan luka pasca operasi, memulihkan ibu melahirkan, dan menjaga daya tahan tubuh.

Ketua Kelompok Harapan Papua Baru, Rusdiyati Tanawali Samkakai, memeriksa stok minyak albumin “Albugran” di dalam freezer penyimpanan Rumah Produksi Gudang Arang, Kamahedoga, Merauke. Produk olahan ikan gastor disimpan dengan standar higienis. (Foto: Metro Merauke/Nuryani, Jumat 30/10/2026)

Saat pandemi Covid-19 melanda, tetes emas ini menjadi buruan. Permintaan melonjak dari rumah-rumah warga, bahkan peminatnya sampai dari luar Papua.

Dari rawa yang terabaikan, mereka mengirimkan harapan penyembuhan.

Ready Stok! Minyak Albumin Albugras asli Merauke, olahan ikan gastor. Dapat langsung dari Rumah Produksi Kelompok Harapan Papua Baru, Gudang Arang Kamahedoga. Binaan CSR Pertamina FT Merauke sejak 2020. (Foto: Metro Merauke/Nuryani, Jumat 30/10/2026)

Bantuan CSR Pertamina tidak berhenti di pelatihan. Dari peralatan ekstraksi kapsul hingga rumah produksi yang kini berdiri kokoh di Gudang Arang, kelompok ini didampingi sampai mandiri. Hingga 2026, enam tahun setelah pendampingan, mereka terus eksis, berdaya, dan menjadi penopang ekonomi keluarga.

Bangga! Rusdiyati Tanawali Samkakai menunjukkan produk Albumin Gudang Arang (Albugran) olahan ikan gastor di Rumah Produksi Gudang Arang, Kamahedoga, Merauke. “Dulu ikan gastor dibuang-buang, sekarang jadi Albugran yang bisa bantu biaya sekolah cucu,” ujarnya mengapresiasi pendampingan CSR PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Merauke. (Foto: Metro Merauke/Nuryani, Jumat 30/10/2026)

Ini bukan sekadar cerita UMKM. Ini cerita tentang bagaimana ikan buangan menemukan harganya, dan bagaimana 10 mama-mama di Merauke menemukan kemandiriannya. Berkat energi yang tak pernah putus. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *