Pameran Kembara TEP UGM PS014 Dorong Kelembagaan Masyarakat Menjadi Penggerak Ekonomi Lokal di Merauke

Metro Merauke – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Gadjah Mada (TEP UGM) PS014 menyelenggarakan Pameran Kembara di Balai Kampung Mandekman, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan inovasi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikembangkan kelembagaan masyarakat melalui rangkaian pelatihan dan pendampingan Program Kelembagaan Masyarakat Berdaya (Kembara).

Pameran tersebut menghadirkan berbagai kelembagaan masyarakat, meliputi Muslimat, PKK, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Gereja Katolik, serta Pondok Pesantren Al Munawwaroh Mandekman. Keterlibatan beragam lembaga ini menunjukkan upaya untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pengembangan usaha berbasis potensi lokal di Kawasan Transmigrasi Muting.

Bacaan Lainnya

Melalui Pameran Kembara, hasil pembelajaran peserta selama mengikuti program pemberdayaan diperkenalkan kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk menunjukkan kapasitas kelembagaan dalam mengembangkan gagasan usaha dan mengambil peran lebih aktif dalam pembangunan ekonomi kawasan transmigrasi.

Wakil Ketua sekaligus Koordinator Lapangan TEP UGM PS014, M Yusril Mirza, menjelaskan bahwa kelembagaan masyarakat memiliki potensi untuk menjadi penggerak kemajuan ekonomi. Potensi tersebut perlu didukung melalui fasilitasi dan pendampingan agar dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Selama ini kita melihat bahwa kelembagaan-kelembagaan masyarakat di sini, cenderung berjalan secara konvensional atau bahkan dianggap kurang aktif dalam memberikan kontribusi pembangunan transmigrasi, terutama pada sektor ekonomi. Melalui pameran ini, kita sadar apabila difasilitasi dan didampingi dengan baik maka dapat menjadi ujung tombak dalam pembangunan ekonomi transmigrasi,” ujar Mirza.

Pandangan tersebut menjadi dasar pelaksanaan Program Kembara yang menempatkan kelembagaan masyarakat sebagai pelaku pemberdayaan. Melalui program ini, pengembangan usaha diarahkan untuk memperkuat kemampuan lembaga dalam mengenali potensi, merumuskan ide kegiatan produktif, serta membangun kemandirian ekonomi bersama.

Rangkaian Program Kembara mencakup pelatihan dan pendampingan inisiasi produk kewirausahaan berbasis potensi lokal. Pendampingan diarahkan untuk meningkatkan keaktifan kelembagaan sekaligus membantu peserta mengembangkan gagasan yang dapat diwujudkan menjadi produk usaha. Pameran menjadi salah satu bagian akhir dari rangkaian tersebut dengan menghadirkan hasil inovasi kelembagaan kepada publik.

Dengan demikian, produk yang ditampilkan menjadi bagian dari proses belajar masyarakat dalam mengembangkan usaha melalui lembaga masing-masing. Proses tersebut diharapkan dapat memperkuat keterlibatan anggota, mendorong kerja bersama, dan menumbuhkan kesadaran mengenai peluang ekonomi yang tersedia di lingkungan mereka.

Pameran Kembara juga membuka ruang bagi penguatan hubungan antara masyarakat, pemerintah setempat, dan perguruan tinggi. Dukungan berbagai pihak dibutuhkan agar gagasan usaha yang telah dirintis dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian kampung.

Perwakilan Pemerintah Distrik Ulilin, Suyanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran TEP UGM di wilayahnya. Ia menilai kegiatan pemberdayaan tersebut dapat mendukung kebutuhan masyarakat dan pemerintah distrik dalam mengembangkan kawasan transmigrasi, terutama dari sisi ekonomi.

“Menurut saya kegiatan ini sangat baik sekali untuk peningkatan perekonomian, semoga kedepannya dapat menjadi agenda ikon dalam pengembangan ekonomi lokal yang dapat dikenal secara luas di Kabupaten Merauke,” ungkap Suyanto.

Harapan terhadap keberlanjutan pengembangan produk turut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kampung Mandekman, Sarkam. Ia menginginkan produk-produk kelembagaan masyarakat dapat dipasarkan dengan jangkauan yang lebih luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh warga.

“Supaya dapat menjangkau secara luas dan menunjang ekonomi masyarakat kampung, khususnya Masyarakat Kampung Mandekman,” ujar Sarkam.

Harapan tersebut memperlihatkan bahwa pengenalan produk melalui pameran merupakan langkah awal menuju pengembangan usaha yang berkelanjutan. Perluasan jangkauan pemasaran menjadi salah satu tujuan penting agar produk kelembagaan memiliki kesempatan untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan mendukung perekonomian masyarakat kampung.

Dari sisi peserta, Mila Yuliani, perwakilan Pondok Pesantren Al Munawwaroh Mandekman, menyampaikan bahwa Program Kembara membuka peluang bagi kelembagaan masyarakat transmigrasi untuk semakin berdaya dan mandiri. Kehadiran pendamping dinilai membantu peserta yang ingin mulai merintis usaha, terutama dalam menemukan gagasan produk.

“Bagi yang sedang ingin merintis usaha, keberadaan Program Kembara dan rekan-rekan Tim Ekspedisi Patriot tentu sangat bermanfaat dalam membantu menemukan inovasi produk yang ingin kami jalankan,” ungkap Mila.

Pernyataan tersebut menggambarkan arti pendampingan bagi masyarakat yang sedang mengawali kegiatan kewirausahaan. Kesempatan untuk menggali ide dan mengembangkan inovasi menjadi bekal bagi kelembagaan dalam menentukan kegiatan usaha yang sesuai dengan potensi serta kemampuan mereka.

Melalui Pameran Kembara, TEP UGM PS014 mendorong tumbuhnya kelembagaan masyarakat yang aktif, mandiri, dan mampu mengembangkan usaha. Inovasi yang telah dirintis diharapkan terus berkembang, memperoleh jangkauan pemasaran yang lebih luas, serta menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat Kampung Mandekman dan Kawasan Transmigrasi Muting. (redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *