Metro Merauke – Pangkalan TNI AU (Lanud) J.A. Dimara berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menggelar Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Baseops Lanud J.A. Dimara, Merauke, Kamis (22/10/2026).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya percepatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua Selatan.
Sebagai langkah awal, operasi telah melaksanakan satu sorti penerbangan penyemaian awan mengudara menggunakan pesawat PK-SCG milik PT Smart Cakrawala Aviation dengan mengangkut bahan semai natrium klorida (NaCl).
Pelaksanaan rekayasa cuaca ini mendasarkan pada hasil analisis dinamis kondisi atmosfer, potensi pertumbuhan awan konvektif, serta pemetaan sebaran titik panas (hotspot) di wilayah sasaran.
Berdasarkan data pantauan BMKG terbaru, tercatat sebanyak 839 titik panas tersebar di Papua Selatan.
Kondisi cuaca ekstrem yang cenderung kering serta tidak adanya curah hujan dalam beberapa hari terakhir menjadi tantangan utama di lapangan. Oleh sebab itu, tim memprioritaskan penyemaian di area yang memiliki peluang pertumbuhan awan optimal dengan tetap mengedepankan faktor keselamatan penerbangan (flight safety).

Komandan Lanud J.A. Dimara melalui Kadisops Lanud J.A. Dimara, Letkol Pas Subhan, M.Han., menegaskan keterlibatan penuh TNI AU dalam OMC ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam memperkuat sinergi lintas instansi.
“Dukungan TNI AU dalam operasi ini adalah wujud komitmen kami untuk memeperkuat kolaborasi antarinstansi demi menanggulangi bencana karhutla, sekaligus melindungi masyarakat serta ekosistem lingkungan dari dampak buruk kebakaran,” tegas Letkol Pas Subhan, Kamis (22/10/2026).
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Lapangan PT Smart Cakrawala Aviation, Fais Ramadhan, menjelaskan untuk jadwal penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca ini direncanakan berlangsung mulai 22 hingga 26 Oktober 2026. Penentuan waktu take-off setiap harinya akan menyesuaikan secara fleksibel dengan hasil pemantauan dinamika atmosfer.
”Koordinasi yang solid antarpihak, kesiapan armadan udara, serta ketersediaan pasokan bahan semai menjadi kunci utama untuk mengoptimalkan efektivitas operasi ini,” ujar Fais.
Melalui sinergi erat antara TNI AU, BNPB, BMKG, dan PT Smart Cakrawala Aviation, Operasi Modifikasi Cuaca ini diharapkan dapat memicu timbulnya hujan buatan guna menekan maraknya karhutla di Papua Selatan. (Nuryani)














































