Metro Merauke – Warga Kabupaten Merauke, Papua Selatan, tampaknya masih harus bersabar menantikan guyuran hujan secara merata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa awal musim hujan di wilayah perkotaan Merauke baru akan terjadi pada dasarian ketiga November hingga dasarian pertama Desember 2026.
Hingga saat ini, kondisi cuaca di Merauke masih memperlihatkan ketimpangan yang cukup mencolok. Saat wilayah utara dan barat sudah mulai diguyur hujan lokal, kawasan selatan, termasuk wilayah Naukenjerai justru masih cerah berawan.
Prakiraan Cuaca BMKG Merauke, Yunita, mengungkapkan bahwa penyebab utamanya adalah kondisi atmosfer di sisi selatan yang masih sangat kering. Hal ini diperparah oleh pengaruh fenomena El Niño yang memangkas kelembapan udara.
”Kekeringan tahun ini memang terasa lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan curah hujan yang jauh berkurang,” kata Yunita, Selasa (03/11/2026).
Guna mengantisipasi dampak buruk kekeringan, langkah darurat terus ditempuh. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di langit Papua Selatan.
Rekayasa cuaca ini diharapkan mampu merangsang pertumbuhan awan hujan agar dapat segera membasahi tanah Merauke.
Di tengah kondisi iklim yang dinamis ini, BMKG mengimbau para petani untuk tidak terburu-buru dan terus memantau pembaruan data cuaca resmi sebelum memulai siklus tanam. (Nuryani)











































