BPJS Kesehatan Dorong Layanan Kesehatan Jantung Bebrasis Outcome

Metro Merauke – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) terus mendorong transformasi pelayanan kesehatan penyakit jantung pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah ini dilakukan melalui pendekatan Value-Based Health Care (VBHC) yang mengutamakan orientasi mutu dan hasil kesehatan (outcome) pasien.

​Transformasi ini krusial mengingat beban pembiayaan dan kasus penyakit jantung di Indonesia masih sangat tinggi. Berdasarkan data JKN, sepanjang tahun 2025 saja, penanganan penyakit jantung mencatatkan lebih dari 29,7 juta kasus dengan total pembiayaan mencapai sekitar Rp17,35 triliun.

Bacaan Lainnya

​Direktur Utama BPJS Kesehatan menyampaikan bahwa pendekatan berbasis outcome menempatkan tingkat kesembuhan dan kualitas hidup pasien sebagai prioritas utama sepanjang siklus perawatan.

​”Kita ingin mengubah paradigma dari paying for services menjadi purchasing better outcomes, dari treating events menjadi preventing events, serta dari sekadar mengukur utilisasi menjadi mengukur outcome kesehatan pasien,” ungkap pihak manajemen BPJS Kesehatan dalam rangkaian acara Media Gathering.

​Strategi transformasi layanan jantung ini diterapkan secara berjenjang dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL/Rumah Sakit)

​Pengendalian Faktor Risiko di FKTP (Pencegahan Dini) BPJS Kesehatan memperkuat peran puskesmas dan klinik pratama dalam deteksi dini dan pencegahan penyakit jantung. Langkah konkret meliputi:
​Pengendalian tekanan darah dan kadar gula darah secara rutin.
​Pemantauan HbA1C bagi penderita diabetes.
​Mendorong kepatuhan pasien dalam minum obat secara teratur.
​Pemantauan aktif terhadap kelompok peserta berisiko tinggi (high risk).
​Berorientasi Mutu dan Efisiensi di Rumah Sakit Di tingkat rumah sakit, pelayanan diarahkan untuk memberikan hasil klinis terbaik bagi pasien (better health outcomes) tanpa biaya berlebih yang tidak efisien. Pendekatan ini memastikan pelayanan kesehatan jantung tidak hanya berfokus pada kuantitas tindakan medis, melainkan pada pemulihan kesehatan peserta secara optimal.
​Melalui penerapan Value-Based Health Care, BPJS Kesehatan berharap kualitas hidup masyarakat Indonesia, khususnya para penderita penyakit jantung, dapat meningkat pesat sekaligus menjaga keberlanjutan finansial Program JKN dalam jangka panjang. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *