Metro Merauke – Menjelang detik-detik pergantian tahun baru, Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, mengeluarkan imbauan tegas bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Merauke.
Langkah ini diambil guna memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, terutama demi kelancaran ibadah “Kunci Tahun” di gereja-gereja.
Dalam pernyataannya, Kapolres menekankan bahwa keamanan bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama. Ia menyoroti beberapa poin krusial yang sering menjadi pemicu gangguan ketertiban saat malam perayaan.
Kapolres Leonardo Yoga secara khusus melarang adanya konvoi kendaraan bermotor serta penggunaan knalpot racing (brong). Selain memicu kebisingan yang mengganggu kenyamanan warga, penggunaan knalpot tidak standar dinilai sangat mengganggu ketenangan jemaat yang sedang melaksanakan ibadah di gereja.
“Kami meminta masyarakat tidak melaksanakan konvoi. Hindari juga membunyikan meriam bambu, spiritus, maupun petasan. Hal ini sangat berpotensi mengganggu keselamatan warga dan memicu gesekan di lapangan,” tegas Leonardo Yoga, Rabu (31/12/2025).
Tak hanya itu, guna menekan angka kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas, Polres Merauke juga memperketat pengawasan terhadap konsumsi minuman beralkohol (miras).
Masyarakat diingatkan keras untuk tidak berkendara dalam pengaruh miras serta dilarang membawa senjata tajam (sajam) dalam bentuk apa pun saat malam pergantian tahun.
“Mabuk saat berkendara sangat berbahaya, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Kami akan menindak tegas setiap pelanggaran yang mengancam keselamatan umum,” tambahnya.
Alih-alih merayakan dengan euforia yang berlebihan, Kapolres mengajak masyarakat Merauke untuk menyambut tahun baru dengan cara yang lebih bermartabat dan menjaga norma umum.
Untuk mengawal imbauan ini, jajaran Polres Merauke bersama TNI dan instansi terkait akan menyebar personel dalam patroli skala besar di berbagai titik rawan. Dengan pengamanan ekstra ini, diharapkan momen transisi menuju tahun 2026 di Bumi Animha dapat berjalan aman, damai, dan penuh kedamaian. (Nuryani)















































