Gelorakan Semangat Kebangsaan di Tengah Jemaat, Frits Tobo Wakasu: 4 Pilar Kebangsaan Kekuatan Hadapi Tantangan Zaman

Penyerahan sertifikat usai mengikuti sosialisasi 4 pilar kebangsaan

Metro Merauke – Dalam upaya memperkokoh fondasi bernegara di ujung timur Indonesia, Anggota DPD RI/MPR RI, Frits Tobo Wakasu, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dipusatkan di Gereja Eben Haezer Kelapa Lima, Merauke, Papua Selatan, Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan yang menyasar jemaat Gereja Protestan Indonesia (GPI) di Papua ini dihadiri oleh ratusan peserta yang memenuhi ruangan di gereja.

Bacaan Lainnya

Dimulai pukul 12.00 hingga 16.15 WIT, suasana sosialisasi berlangsung dialogis. Frits Tobo Wakasu tidak hanya memaparkan teori kenegaraan, tetapi juga menyentuh realitas sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.

Ia menekankan bahwa persoalan seperti kemiskinan bukanlah isu tunggal di Papua, melainkan tantangan global yang dialami oleh seluruh negara di dunia, termasuk negara-negara maju.

Dalam pemaparannya, Frits menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat selaras dengan kehidupan religius jemaat gereja. Pemahaman terhadap Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) menjadi kewajiban setiap warga negara untuk merawat toleransi.

“Negara membutuhkan kita semua untuk menjaga kebersamaan di tengah perbedaan. Toleransi umat beragama bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan utama kita dalam pembangunan,” ujar Frits di hadapan ratusan jemaat yang antusias.

Menyikapi Dinamika PSN di Papua Selatan
Dialog memanas namun tetap konstruktif saat para peserta menyoroti masifnya pembangunan di Provinsi Papua Selatan, khususnya terkait Proyek Strategis Nasional (PSN). Di satu sisi, PSN menjanjikan peningkatan ekonomi, namun di sisi lain, masih terdapat riak penolakan dan kekhawatiran terkait hak ulayat masyarakat adat.

Menanggapi hal tersebut, Frits Tobo Wakasu memberikan pandangan yang menyejukkan. Ia menegaskan bahwa setiap aspirasi, baik dari sudut pandang gereja maupun adat, sah untuk disampaikan demi terciptanya kedamaian.

“Jika PSN dirasakan bermanfaat, mari kita rasakan bersama. Namun, jika sebaliknya dirasa merugikan masyarakat, sampaikan suara itu melalui perwakilan yang ada, baik di legislatif maupun DPD RI. Kami akan melanjutkan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat agar ada solusi yang berkeadilan,” tegasnya.

Selain membahas isu strategis, kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan mentalitas generasi muda gereja agar siap menjadi pemimpin masa depan Papua Selatan. Frits menekankan bahwa ketaatan pada aturan hukum dan UUD 1945 adalah syarat mutlak menjadi generasi yang mandiri dalam bingkai NKRI.

Pdt Gereja Eben Haezer, Yohanes Mukudjey,
menyambut hangat kehadiran senator asal Papua Selatan tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan bagi jemaat sangat penting.

Agar umat tidak hanya baik dalam kehidupan spiritual, tetapi juga cerdas dan kritis sebagai warga negara.

Kegiatan ini ditutup dengan semangat kebersamaan, membawa harapan bahwa dari mimbar gereja, semangat persatuan Indonesia akan terus terjaga dan pembangunan di Papua Selatan dapat berjalan dengan menghormati satu sama lain di tengah keberagaman. (Nuryani)

Untuk Pembaca Metro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *