Tekan Inflasi di Merauke, Pemkab Ajak Kelompok Tani Maksimalkan Manajemen Kebun Pangan Lokal

Pembukaan pelatihan ditandai pelabuhan tiga bersama

Metro Merauke -Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Merauke terus berkomitmen dalam menekan angka inflasi daerah melalui penguatan sektor pangan lokal. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan manajemen kebun pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.

​Hal tersebut disampaikan Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Merauke, Martha Bayu, saat membuka kegiatan pelatihan manajemen kebun pangan yang diikuti oleh perwakilan dari 25 Kelompok Wanita Tani (KWT).

Bacaan Lainnya

​Dalam sambutannya, Martha Bayu, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan jalannya pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini merupakan langkah penting untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang efektif, produktif, dan berkelanjutan.

​”Ini adalah kesempatan yang sangat baik. Kami berharap ruang ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk saling sharing, saling berbagi, dan saling belajar, sehingga materi yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi kelompok masing-masing,” ujar Martha Bayu, Rabu (08/07/2026).

​Lebih lanjut, Martha yang baru saja menerima mandat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II ini mengungkapkan, pengendalian inflasi menjadi salah satu atensi utama dari Bupati Merauke. Mengingat Kabupaten Merauke merupakan parameter inflasi bagi Provinsi Papua Selatan, pergerakan seluruh elemen masyarakat sangatlah menentukan.

​Meskipun persentase kontribusi dari Kelompok Waniga Tani terlihat kecil secara angka, Martha optimis gerakan bersama ini akan membawa dampak signifikan.

​”Ketika kita bergerak bersama, tentunya secara tidak langsung kita juga turut menekan inflasi di Kabupaten Merauke. Di tahun 2026 ini, terdapat kelompok penumbuhan dan kelompok pengembangan. Pada konteks pengembangan, tentunya akan ada evaluasi dan penilaian yang baik terhadap kelompok-kelompok yang ada,” jelasnya.

​Terkait dengan pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang sebelumnya juga dipaparkan Kepala Baperida, Martha menekankan bahwa keberhasilan program ini kembali kepada komitmen masyarakat, terutama Orang Asli Papua (OAP).

​Ia mengajak seluruh masyarakat OAP untuk membangun tekad kuat dan optimisme bahwa mereka mampu mengelola potensi yang ada demi mencapai keberhasilan bersama.

​”Mari kita bertekad bahwa kita bisa, pasti bisa, Orang Asli Papua untuk bergerak bersama, belajar bersama, dan mencapai keberhasilan bersama ke depan,” tegas Martha menyemangati para peserta.

​Di akhir penyampaiannya, Martha turut menyampaikan salam hormat dari Bupati Merauke. Ia juga menginformasikan bahwa Bupati memiliki keinginan kuat untuk dapat bertemu dan bertatap muka langsung dengan para peserta dalam waktu dekat guna berdialog langsung mengenai keberlanjutan program ketahanan pangan ini.(Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *