Refleksi HUT ke-124 Merauke: Menjaga Warisan “Izakod Bekai Izakod Kai” di Tengah Kemajuan

Puncak HUT Ke-124 Merauke dilalui dengan syukuran dan pesta kembang api di Monumen Kapsul Waktu

Metro Merauke – Suasana penuh syukur menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Merauke yang ke-124 tahun ini. Di usia yang melampaui satu abad, Merauke merefleksikan diri sebagai negeri yang tumbuh dari fondasi kuat para pendahulu menuju pusat pembangunan strategis di ufuk timur Indonesia.

Pada puncak peringatan ini, ditekankan betapa dinamika pembangunan telah mengubah wajah sosial masyarakat. Salah satu perubahan nyata yang disoroti adalah adaptasi budaya agraris, di mana masyarakat suku Malind yang dulunya tidak mengenal budidaya padi, kini telah mahir menanam dan mengelola lahan.

Bacaan Lainnya

Pencapaian ini, kata Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, tidak lepas dari peran para misionaris yang diakui sebagai peletak dasar peradaban dan pendidikan di Tanah Ha-Anim.
“Penghormatan setinggi-tingginya diberikan kepada mereka yang telah membuka jalan bagi warga Merauke untuk berkembang hingga saat ini,” ucap Yoseph Bladib Gebze, Kamis (12/02/2026).

Menurut bupati, peringatan ke-124 ini menjadi momentum untuk memperkuat tanggung jawab moral sebagai pewaris negeri. Dengan semboyannya Izakod Bekai Izakod Kai (Satu Hati Satu Tujuan), kolaborasi antar elemen masyarakat dianggap sebagai modal utama.

“Merauke adalah rumah bersama. Sifat cinta damai masyarakatnya adalah modal terbesar kita untuk hidup berdampingan secara harmonis,” tuturnya.

Saat ini, Merauke tengah menjadi sorotan nasional seiring dengan berjalannya berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Dampak ekonomi dari proyek-proyek ini mulai dirasakan, namun masyarakat diingatkan untuk tetap waspada dalam menjaga keseimbangan.

Ada dua poin penting yang ditekankan untuk masa depan Merauke, pelestarian budaya dan
semangat gotong royong. “Pembangunan daerah hanya akan mencapai hasil maksimal jika dilakukan melalui kerja sama dan partisipasi aktif seluruh warga,” pintanya.

Melalui semangat HUT ke-124, seluruh warga diajak untuk terus memupuk rasa memiliki terhadap tanah ini. Dengan menjaga warisan pendahulu dan terbuka terhadap kemajuan, Merauke optimis bertransformasi menjadi daerah yang lebih maju, mandiri, dan tetap religius. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *