Hasil Tes HIV 18 Pegawai Kesbangpol Merauke Dinyatakan Negatif, Sukito: Komitmen Wujudkan Pelayanan Prima

Metro Merauke – Dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Penanggulangan HIV dan IMS Merauke menggelar sosialisasi serta pemeriksaan kesehatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kali ini Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Merauke menjadi salah satu sasaran dalam deteksi dini penyakit menular tersebut.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung dalam beberapa jam disambut antusias seluruh jajaran Kesbangpol. Terbukti, sebanyak 18 pegawai mengikuti rangkaian sosialisasi yang dilanjutkan dengan tes HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) secara gratis, Selasa (03/02/2026).

Plt Kepala Kesbangpol Merauke, Sukito, menyebut seluruh sampel yang diperiksa, hasilnya dinyatakan negatif dan aman.

“Alhamdulillah dari 18 pegawai yang hadir mengikuti sosialisasi dan pemeriksaan, semua hasilnya negatif dan aman,” ujar Sukito kepada Metro Merauke.

Pihak Kesbangpol Merauke menyambut adanya program sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah deteksi terhadap penyakit penular.

Menurutnya, sebagai abdi negara, ASN dituntut untuk memiliki jiwa yang kuat dan tubuh yang sehat. Kesehatan yang prima menjadi modal utama dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pemeriksaan ini sangat baik dan penting. Menjadi ASN dituntut jiwa dan tubuh yang sehat, karena korelasinya sangat jelas; dengan tubuh yang sehat, kita dapat melayani masyarakat dan menjalankan tugas dengan maksimal,” ungkapnya.

Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada tim UPTD Pusat Penanggulangan HIV dan IMS Merauke telah proaktif menyasar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam program penanggulangan HIV/IMS. Langkah deteksi dini ini dinilai sebagai langkah preventif untuk memastikan seluruh instansi pemerintah bebas dari risiko penyakit menular.

“Dengan hasil 18 orang pegawai kami yang semuanya negatif, ini memberikan rasa aman dan ketenangan bagi kami dalam bekerja,” tambahnya.

Program sosialisasi dan pemeriksaan gratis ini diharapkan dapat terus berlanjut ke berbagai instansi lainnya. Selain sebagai bentuk deteksi dini, kegiatan ini juga bertujuan untuk memutus stigma negatif terhadap pemeriksaan HIV dan mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di lingkungan kerja. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *