Metro Merauke – Perum Bulog Merauke, Papua Selatan, kembali menyerap beras dari para petani lokal setelah sempat terhenti. Pengaktifan kembali serapan ini dilakukan sebagai respons atas instruksi pemerintah pusat dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menambah cadangan beras guna menjaga ketahanan pangan nasional.
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, turun langsung ke gudang Bulog untuk memastikan ketersediaan space gudang dan memantau proses penyerapan beras.
Pada kesempatan itu Bupati Gebze menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI atas kebijakan yang dikeluarkan melalui Bapanas untuk membuka kembali penyerapan beras dari petani.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan kebijakan melalui Bapanas sehingga hari ini Bulog kembali menerima beras petani. Kita bersyukur pemerintah menjawab ini dan tidak membatasi, diharapkan petani bisa kembali memasarkan beras ke Bulog mulai hari ini,” kata Bupati Yoseph Bladib Gebze, Jumat (24/10/2025).

Diketahui, untuk harga pembelian beras telah ditetapkan sebesar Rp 12.000 per kilogram untuk jenis medium. Bupati Merauke juga memastikan bahwa Bulog akan membeli beras yang sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku.
“Ada memang yang ‘nakal’, tapi untuk waktu kedepan kita akan terus memantau harga beras. Beras yang diserap pun harus sesuai standar dan ketentuan,” tegas Bupati.
Asisten Manajer Supply Chain Dan Pelayanan Publik Perum Bulog Kantor Cabang Merauke, Ashari menjelaskan, saat ini stok beras di gudang sebanyak 4.000 ton dan dapat bertahan hingga Februari mendatang. “Artinya, gudang Bulog Merauke masih memiliki kapasitas untuk menampung hingga 9.000 ton beras dan akan dilakukan sirkulasi keluar-masuk beras untuk memastikan ketersediaan stok,” terangnya.
Ditambahkan, tahun ini, dari reaslisasi penyerapan 16 ribu ton. Dimana total 11.500 ton diantaranya sudah dipindahkan ke kantor Bulog cabang lain guna menjaga ketersediaan space gudang dalam rangka penyerapan beras.
Ashari optimis, dengan dibukanya kembali penyerapan beras, dipastikan stok beras di daerah semakin kuat dan petani dapat memperoleh harga yang baik untuk hasil panen mereka. (Nuryani)















































