Metro Merauke – Menindaklanjuti Keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 1222 tanggal 31 Desember 2025, Bulog Kantor Cabang Merauke terus memacu pendistribusian bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan hak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terpenuhi sebelum batas akhir yang ditetapkan.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Merauke, Karennu, menjelaskan hingga saat ini, progres penyaluran bantuan di wilayah kerja Bulog Merauke menunjukkan perkembangan yang bervariasi.
“Untuk Kabupaten Asmat dan Mappi, penyaluran per 31 Desember 2025 sudah dilakukan dan saat ini dalam tahap pendistribusian langsung ke penerima manfaat,” kata Karennu, Jumat (02/01/2026).
Sementara itu, sambungnya, untuk Kabupaten Merauke sempat terkendala karena menunggu kedatangan sisa stok minyak goreng. Namun, kabar baiknya per 2 Januari 2026, satu kontainer terakhir minyak goreng telah dan siap disalurkan.
“Sedangkan Boven Digoel, Pemerintah Daerah setempat telah sepakat bahwa penyaluran dilakukan mulai Januari 2026,” katanya.
Meskipun menghadapi tantangan logistik, Bulog Merauke terus bekerja keras memenuhi sisa kuota yang ada. Di Merauke dengan pagu beras 392.880 kilo gram dan minyak goreng 78.576 liter, realisasi hingga 31 Desember 2025, beras 170.040 kg dan minyak goreng 34.008 liter. Sehingga sisa yang harus disalurkan, beras sebanyak 222.840 kg dan minyak goreng 44.568 liter.
“Boven Digoel dengan pagu beras 110.340 kg dan 22.068 liter minyak goreng akan di diatribusikan Januari ini,” katanya.
Ditambahkan, khusus untuk wilayah Yahukimo, saat ini stok bantuan pangan sedang dalam proses pemuatan. Keterlambatan terjadi karena sangat bergantung pada jadwal kapal. Bulog menargetkan proses pemuatan hingga pengiriman ke Yahukimo dapat diselesaikan dalam waktu dua minggu ke depan dengan pola pendistribusian kolektif.
Pihak Bulog menegaskan telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten di wilayah masing-masing. Fokus utama saat ini, katanya, menjalankan pola pendistribusian yang efektif agar sejalan dengan harapan Gubernur Papua Selatan.
Dengan tersedianya stok minyak goreng yang lengkap per awal Januari ini, hambatan utama pada tahap kedua telah teratasi, dan penyaluran diharapkan berjalan tanpa kendala berarti.
“Sesuai harapan Bapak Gubernur, kami upayakan seluruh penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng ini dapat rampung sepenuhnya sebelum tanggal 31 Januari 2026,” tegas Karennu. (Nuryani)















































