Metro Merauke – Pada 6 Oktober mendatang, Sekolah Rakyat di Kabupaten Merauke, Papua Selatan akan dibuka, pemerintah mengebut renovasi dan pemenuhan fasilitas seperti ruang belajar, asrama hingga fasilitas pendukung lainnya pun tengah dilengkapi.
Lantas, seperti apa kesiapan jelang beroperasinya Sekolah Rakyat di Merauke yang sementara waktu menggunakan sejumlah ruangan dari SMK Negeri 2 Merauke.
Ditemui Wartawan Metro Merauke, Kepala Sekolah Rakyat, Budi Sutomo memastikan, proses renovasi dan pemenuhan fasilitas di sekolah rakyat akan rampung dilakukan sesuai target. Sehingga, pada 6 Oktober siap beroperasi.
Dengan begitu, Kabupaten Merauke tercatat sebagai daerah ke 165 di Indonesia yang mulai menjalankan program pemerintah pusat, Sekolah Rakyat.
Dijelaskan, dalam sekolah Rakyat terintegrasi ini, total ada 100 siswa, terdiri dari 50 siswa perempuan dan 50 siswa laki-laki anak asli Papua yang bakal mengikuti kegiatan belajar mengajar jenjang pendidikan SD dan SMP.
“Kami sudah menyurat ke pemerintah pusat bahwa Sekolah Rakyat di Merauke siap beroperasi, 6 Oktober. Setelah rampung renovasi gedung dilanjutkan pengisian meubeler untuk asrama dan ruang sekolah. Selanjutnya, anak-anak dan para orang tua kita undang ke sekolah,” katanya.

Mengawali dimulainya Sekolah Rakyat, para siswa akan menjalani pemeriksaan kesehatan disusul masa pengenalan lingkungan sekolah selama sepekan.
“Anak-anak kita ini didominasi dari kampung-kampung, tentu mereka butuh pengenalan lingkungan sekolah dengan baik, termasuk mengurus kebersihan diri secara mandiri.”
Ditambahkan, mereka yang sekolah di Sekolah Rakyat semua fasilitasnya ditanggung pemerintah, termasuk fasilitas pendukung warga belajar.
Dirincikan, fasilitas yang siswa dapatkan di Sekolah Rakyat yakni mengenyam sekolah gratis dari jenjang SD, SMP, SMA hingga kuliah. Makan bergizi gratis, Labtop untuk setiap anak dan laboragorium komputer di sekolah, pemeriksaan gratis dari tim medis secara berkala, pendampingan hidup di asrama oleh 4 wali asrama dan 10 wali asuh hingga Penelusuran minat bakat dgn DNA-Talent dari DR. Ary Ginanjar Agustian (ESQ).
Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo bertujuan untuk memutus transmisi kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas. (Nuryani)
















































