Metro Merauke – Senyum semringah terpancar dari wajah para siswa dan guru di SMK Negeri 3 Merauke saat menyambut peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah ke sekolah tersebut, Senin (12/01/2026).
Program ini hadir sebagai langkah nyata dalam memastikan pemenuhan gizi generasi muda guna mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat, kuat, dan cerdas.
Program MBG yang mulai menyasar sekolah menengah kejuruan ini dinilai sangat tepat sasaran. Mengingat siswa SMK memiliki intensitas kegiatan praktik yang tinggi, asupan gizi yang seimbang menjadi kunci utama untuk menjaga konsentrasi dan stamina mereka selama belajar.
Kepala UPTD SMKN 3 Teknologi dan Rekayasa Merauke, Pebri Palalangan Romba, menyatakan program ini (MBG) merupakan angin segar bagi dunia pendidikan. Menurutnya, kesehatan fisik adalah fondasi utama bagi siswa agar dapat menyerap ilmu dengan maksimal.

”Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah. Dengan makan siang yang bergizi dan terjaga kualitasnya, siswa kami tidak hanya kenyang, tapi juga mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas SDM kita,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, para siswa mengaku senang karena kini mereka tidak perlu lagi khawatir soal asupan makan siang. Dengan adanya MBG membuat mereka lebih hemat. Kehadiran menu yang bervariasi dan memenuhi standar kesehatan membuat semangat belajar mereka semakin meningkat.
Siswa berharap program MBG dapat terus berlanjut dengan penyesuaian gizi sesuai usia dan jenjang pendidikan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar bantuan pangan, melainkan strategi strategis pemerintah untuk menciptakan generasi yang mampu bersaing di masa depan. Dengan tubuh yang sehat dan gizi yang cukup, para pelajar SMK diharapkan dapat tumbuh menjadi tenaga kerja terampil yang produktif dan inovatif.
Diketahui, hari pertama pelaksanaan program MBG di SMKN 3 Merauke untuk 889 siswa, guru, Tata Usaha hingga tenaga kebersihan berjalan dengan tertib dan lancar, dengan harapan program ini terus berlanjut dan mencakup seluruh sekolah di pelosok negeri demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Nuryani)
















































