Metro Merauke – Bupati Merauke, Papua Selatan, Yoseph Bladib Gebze, menyatakan optimisme yang tinggi terhadap masa depan sektor pertanian di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dengan potensi lahan yang luar biasa serta dukungan penuh dari pemerintah pusat, produktivitas komoditas padi di wilayah tersebut ditargetkan melonjak drastis.
Bupati memaparkan bahwa dari total luas lahan sekitar 4,6 juta hektare yang dimiliki Kabupaten Merauke, sekitar 1,2 juta hektare di antaranya akan diusahakan menjadi lahan pertanian yang produktif.
Melalui program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian, kemajuan signifikan telah terlihat.
Dari target 17.000 hektare lahan cetak sawah di Papua Selatan, kata Yoseph Gebze, sebanyak 3.000 hektare telah berhasil ditanami pada tahun lalu. Tahun ini, pemerintah daerah bersama kementerian berkomitmen untuk terus meningkatkan luas tambah tanam.
”Kalau kita kalkulasi, maka produksi pertanian kita di Kabupaten Merauke akan meningkat bukan hanya 100 persen, tetapi hingga 300 persen,” ujar Bupati Merauke yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin, Sabtu (04/07/2026).
Saat ini, program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan tengah gencar dilaksanakan di 12 distrik atau kecamatan di Kabupaten Merauke. Salah satu wilayah dengan penyedia lahan terluas adalah Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengibaratkan filosofi tanah bagi masyarakat Merauke. Jika masyarakat Papua pada umumnya menganggap tanah sebagai ibu (mama), maka bagi Merauke, tanah yang tengah diolah saat ini ibarat seorang ibu yang sedang berdandan.
”Ibu yang akan menghasilkan susu dan madu bagi kita semua. Mulai hari ini, kita semua bertekad untuk mendukung program Bapak Menteri, program Pemerintah Republik Indonesia,” tegasnya.
Demi mendukung keberlanjutan program ini dan meningkatkan kesejahteraan petani, Bupati Merauke turut menyampaikan usulan langsung kepada Menteri Pertanian yang hadir di lokasi. Ia mengharapkan adanya pengadaan infrastruktur pascapanen yang mumpuni di Merauke.
”Ke depan kami mengusulkan, kalau boleh diprogramkan untuk ada RMU (Rice Milling Unit/Penggilingan Padi Modern) di Kabupaten Merauke, dan juga bed dryer (mesin pengering). Sehingga petani kita dapat meningkatkan produksi, tetapi juga kualitas daripada hasil pertanian,” pungasnya.
Melalui kerja keras sinergis antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi, Pangdam, dan seluruh jajaran daerah, Kabupaten Merauke optimis dapat mewujudkan target Pemerintah Republik Indonesia untuk menjadikan wilayah ini sebagai lumbung pangan utama di kawasan Timur Indonesia. (Nuryani)













































