Metro Merauke – Momentum perayaan Hari Jadi Kabupaten Merauke Ke-124 terasa semakin istimewa dengan hadirnya sebuah kado prestasi yang membanggakan bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
Setelah delapan tahun berturut-turut tertahan dengan predikat CC, Kabupaten Merauke akhirnya resmi “naik kelas” setelah dinyatakan meraih predikat B dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
Pencapaian ini menjadi simbol kebangkitan reformasi birokrasi di wilayah paling timur Indonesia sekaligus membuktikan komitmen nyata dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, menyatakan bahwa kenaikan kelas ini bukanlah sekadar pencapaian administratif, melainkan hasil kerja keras kolektif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Dari 17 daerah yang memperoleh SAKIP B, Merauke masuk dalam salah satunya. Hasil ini diumumkan dalam penganugerahan nasional lewat zoom meeting,” ujar Bupati Yoseph Bladib Gebze kepada wartawan, Rabu (11/02/2026).
Dikatakan, Predikat B menunjukkan bahwa nilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sudah dianggap baik dan sistem yang dijalankan mulai menunjukkan efektivitas dalam penggunaan anggaran yang berbasis pada hasil.
Meski disambut dengan rasa syukur, Bupati juga mengingatkan seluruh jajarannya untuk tidak cepat berpuas diri atas hasil yang diraih. Ia menegaskan bahwa predikat B hanyalah sebuah batu loncatan untuk mencapai standar tata kelola yang jauh lebih tinggi di masa depan.
Menurutnya, masih banyak aspek yang memerlukan perhatian serius agar pelayanan publik semakin optimal.
Dalam instruksinya, Yoseph Gebze meminta seluruh jajaran dari tingkat atas hingga bawah untuk terus berbenah diri dan melakukan evaluasi internal secara rutin.
Ia menyoroti pentingnya memperbaiki segala kekurangan yang masih ditemukan di lapangan agar tidak menjadi penghambat dalam penilaian di tahun-tahun mendatang.
“Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama. Fokus perbaikan yang kita tekankan meliputi perencanaan yang matang, pelaporan yang akurat, hingga pelaksanaan program yang tepat sasaran,” tuturnya.
Ia menghendaki agar setiap anggaran yang dikeluarkan benar-benar memiliki korelasi langsung dengan kesejahteraan masyarakat Merauke dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pemerintah daerah juga diminta untuk lebih teliti dalam menyusun laporan kinerja agar data yang disajikan selaras dengan realita di lapangan. Pelaporan yang transparan dan akuntabel dianggap sebagai cerminan integritas pemerintah di mata pemerintah pusat maupun masyarakat luas. “Oleh karena itu, akurasi data menjadi harga mati dalam sistem pelaporan SAKIP,” tegasnya.
Dengan adanya kenaikan predikat ini, pemerintah daerah menargetkan agar ke depannya Kabupaten Merauke tidak hanya mampu mempertahankan predikat B, tetapi juga bisa melompat ke predikat yang lebih tinggi, seperti BB atau A.
Target ini diharapkan menjadi motivasi bagi para ASN di lingkup Pemkab Merauke untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan.
“Kita harus optimis dengan komitmen yang kuat dan transparansi yang terjaga, Merauke akan menjadi contoh bagi daerah lain di Papua Selatan dalam hal akuntabilitas kerja,” tukasnya. (Nuryani)
















































