Metro Merauke – Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke, Papua Selatan, diresmikan dan menandai dimulainya pelaksanaan program pemerintah pusat yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan di daerah.
Anak-anak Sekolah Rakyat usia sekolah SD dan SMP nampak gembira dan riang ketika memulai hari pertama bersekolah. Nampak para orang tua siswa pun turut mendampingi anaknya untuk diserahkan dididik oleh pemerintah.
Ketika meresmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke, Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, mengharapkan para orang tua mendukung penuh program pemerintah yang satu ini. Tidak lain untuk memajukan sumber daya manusia.
“Percayakan anak-anak di didik pemerintah. Kita tidak akan membuat anak-anak susah, tapi pemerintah punya niat baik untuk mendukung kemajuan SDM di Merauke,” tutur Yoseph Bladib Gebze.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 77 Merauke, Budi Sutomo mengatakan, siswa yang dididik di sekolah rakyat merupakan anak-anak Merauke yang keluarganya memiliki keterbatasan ekonomi.
“Anak-anak kita jemput langsung di kampung-kampung. Di Sekolah Rakyat ini berpola asrama,” kata Budi Sutomo.
Tak banyak yang tau, Budi mengungkapkan, saat membawa anak-anak masuk ke sekolah rakyat pun penuh drama. “Ada orang tua yang masih belum mau melepas anaknya untuk kita bawa ke sekolah,” katanya, Senin (27/10/2025).
Budi Sutomo memastikan, saat rindu para orang tua tetap bisa menjenguk anak-anaknya di asrama sekolah rakyat. “Boleh dijenguk, tapi jangan dibawa pulang ya, percayakan untuk kami didik,” pintanya.
Ia menekankan tujuan dibangunnya sekolah rakyat, dan Merauke menjadi sekolah ke 165 di Indonesia, pemerintah ingin memuliakan anak-anak dari keluarga miskin hingga memutus mata rantai kemiskinan. (Nuryani)















































