Ditengah Efesiensi, Perbaikan Jalan Rusak di Merauke Tetap Dikerjakan

Nampak Jalan Gag, Merauke, menjadi salah satu titik jalan di dalam kota yang rusak, kini mulai dilakukan perbaikan

Metro Merauke – Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), memastikan pelayanan infrastruktur jalan tidak akan terhenti meski tengah menghadapi efisiensi anggaran.

Komitmen ini ditegaskan Kepala Dinas PUPR Merauke, Leo Patria Mogot. Katanya, hal itu sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjawab tuntutan kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang memadai.

Bacaan Lainnya

Leo Patria Mogot, menyatakan bahwa keterbatasan dana bukanlah penghalang untuk tetap bekerja. Pihaknya kini menerapkan strategi jemput bola dan optimalisasi sumber daya agar akses mobilitas warga tetap terjaga.

Leo menjelaskan, Dinas PUPR menjalankan dua langkah strategis sekaligus. Pertama, memaksimalkan alokasi anggaran internal yang tersedia untuk pemeliharaan rutin. Kedua, membangun kolaborasi dengan pihak swasta melalui partisipasi masyarakat.

“Kami tetap melakukan pemeliharaan meski anggaran terbatas. Ruas-ruas jalan akan tetap kami perbaiki sesuai instruksi Bapak Bupati dan permintaan langsung dari masyarakat,” ujar Leo kepada awak media, Jumat (30/01/2026).

Tak kalah penting pihaknya menjalin komunikasi melalui program proyek perubahan dengan tokoh masyarakat dan pengusaha lokal. Kerjasama ini terbukti efektif memberikan solusi cepat bagi kerusakan jalan di beberapa titik.

Beberapa lokasi yang telah merasakan dampak positif dari kolaborasi ini antara lain jalan di kawasan TMP Polder, jalan di depan Bulog, serta area pelabuhan. “Saat ini, dukungan tersebut juga diarahkan untuk menangani kerusakan di Jalan Gak,” tambah Leo.

Terkait kondisi Jalan Pendidikan yang kerap dikeluhkan, Leo mengakui bahwa area tersebut membutuhkan anggaran yang sangat besar untuk perbaikan permanen. Sebagai solusi jangka pendek, pihaknya melakukan penanganan bersifat sementara (temporaris).

“Untuk Jalan Pendidikan, karena keterbatasan biaya, fokus kami adalah menutup lubang-lubang yang ada agar aman dilalui. Meskipun mutunya belum bisa dijamin bertahan lama karena sifatnya sementara, yang penting akses warga kembali lancar,” jelasnya.

Leo juga menegaskan, prinsip efisiensi akan terus dikawal ketat. Jika nantinya terdapat sisa anggaran dari pengerjaan satu ruas jalan, dana tersebut akan langsung dialihkan untuk menangani titik kerusakan di lokasi lainnya agar pemanfaatan anggaran menjadi lebih merata. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *