Optimalkan Dana Otsus, Plt Baperida Merauke Dorong Kemandirian OAP Lewat Pelatihan Pangan Lokal

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Merauke, Benhur Rentadatu, menyematkan tanda peserta pelatihan Pengelolaan Manajemen Kebun Pangan B2SA bagi kelompok OAP

Metro Merauke – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Merauke, Benhur Rentadatu, menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan Dana Otonomi Khusus (Otsus) benar-benar menyentuh dan memberdayakan masyarakat Orang Asli Papua (OAP).

​Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan pelatihan Pengelolaan Manajemen Kebun Pangan B2SA bagi kelompok OAP binaan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Rabu (08/07/2026).

Bacaan Lainnya

​Benhur mengungkapkan, sejak menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata, ia berkomitmen untuk tidak mengalokasikan Dana Otsus untuk kebutuhan pegawai kantor, melainkan murni dikembalikan kepada masyarakat melalui program konkret seperti pelatihan keterampilan.

“Rohnya Dana Otsus itu pasti untuk Orang Asli Papua. Kalau kita alokasikan untuk kegiatan pelatihan seperti ini, meskipun hasilnya memerlukan proses dan waktu, dampaknya akan terasa langsung dalam peningkatan keterampilan masyarakat,” ujar Benhur.

​Dalam arahannya, Benhur juga mengingatkan para peserta mengenai posisi strategis Kabupaten Merauke pasca-pembentukan Provinsi Papua Selatan. Sebagai pintu masuk utama mobilisasi masyarakat, kebutuhan akan ketersediaan pangan di Merauke dipastikan akan terus meningkat.

​Oleh karena itu, ia mendorong agar produk pangan lokal yang dihasilkan oleh kelompok binaan dipersiapkan dengan kualitas yang baik agar dapat bekerja sama dengan sektor swasta, seperti perhotelan di Merauke.

​Sebagai contoh keberhasilan program pendampingan, Benhur menceritakan bagaimana pihaknya di Dinas Pariwisata sebelumnya telah berhasil mendatangkan instruktur dari Yogyakarta untuk melatih para pengrajin di Wasur dalam membuat gerabah. Hasil karya berupa gerabah lokal tersebut rencananya akan dipamerkan dalam waktu dekat pada peringatan HUT RI.

​Di akhir sambutannya, Benhur berterima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan yang telah memfasilitasi pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa Baperida akan terus mengawal usulan program serta melakukan monitoring dan evaluasi secara ketat.

​”Tugas Baperida bukan hanya merencanakan, tetapi juga memonitoring. Kita harus memastikan berapa banyak yang kita latih, berapa yang berhasil, yang tumbuh, dan yang bergerak. Kelompok yang terus bergerak inilah yang membutuhkan pendampingan dan penguatan modal atau peralatan lebih lanjut,” pungggkasnya.

​Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini turut menghadirkan pemateri dari berbagai pihak untuk memberikan pembekalan yang komprehensif bagi para peserta. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *