Kementan Canangkan Program Tanam Serentak 1.654 Hektar di Kampung Waninggapkai Merauke

Mentan RI H Amran Sulaiman mendengarkan pemaparan Cetak Sawah Rakyat di Merauke

Metro Merauke – Kabupaten Merauke kini tengah bersiap merealisasikan program tanam serentak yang dicanangkan Menteri Pertanian RI, H. Amran Sulaiman, atas arahan langsung Presiden RI. Salah satu titik fokus utama pengembangan ini terletak di Kampung Wanigapkai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, dengan target luas lahan mencapai 1.654 hektar.

​Langkah ini menjadi bagian dari program strategis Cetak Sawah Rakyat yang diharapkan dapat menstimulasi pengembangan sektor pertanian secara masif. Meski dimulai dari Merauke, proyek ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ketahanan pangan bagi seluruh wilayah Indonesia.

Bacaan Lainnya

​Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Merauke, Josefa Rumaseuw menjelaskan, potensi pertanian di Kabupaten Merauke dinilai sangat luar biasa, dengan total luas potensi lahan mencapai kurang lebih 1,2 juta hektar. Oleh karena itu, wilayah ini dipilih sebagai salah satu lokus utama.

​Pengembangan tidak hanya berfokus pada cetak sawah baru, melainkan juga diawali dengan optimalisasi lahan yang sudah ada. Program ini sekaligus melanjutkan keberhasilan pada tahun 2015, di mana saat itu program kementerian juga telah berhasil mencetak sawah seluas kurang lebih 10.000 hektar di Merauke.

​Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Merauke, Josefa Rumaseuw

” Merauke sebagai wilayah timur akan menjadi titik star untuk penyediaan lumbung pangan bagi nasional,” ujar Yosefa Rumaseuw kepada wartawan, Sabtu (04/07/2026).

​Menurutnya, kebijakan ini juga menjadi bukti nyata dari pelaksanaan salah satu program Asta Cita Presiden terkait swasembada pangan.

​Ditanya mengenai tantangan musim kemarau dan ancaman fenomena alam, Dinas Pertanian mengaku tetap optimistis. Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi adanya ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino Godzila, kondisi topografi Distrik Semangga dinilai cukup menguntungkan.

Yosefa mengatakan Kampung Wanigapkai memiliki daerah rawa-rawa dalam yang berfungsi sebagai penampung air alami (reservoir) yang siap menyuplai kebutuhan sawah.

Manajemen tata air yang baik. Program cetak sawah ini tidak hanya melakukan pembukaan lahan (land clearing), melainkan juga menata infrastruktur air melalui pembuatan saluran primer, sekunder, hingga tersier, serta pintu-pintu air.

“Termasuk Kementerian Pertanian telah menyalurkan bantuan pompa air untuk membantu petani memindahkan air dari saluran-saluran air langsung ke area persawahan yang kering,” terangnya.

​Dengan dukungan infrastruktur dan bantuan teknis tersebut, pemerintah dan masyarakat Kampung Wanigapkai optimistis bahwa seluruh target lahan seluas 1.654 hektar dapat tertanami dengan baik walau di tengah musim kering. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *