Metro Merauke -Sebanyak puluhan warga Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Merauke, Papua Selatan, antusias mengikuti kegiatan pelatihan pengelolaan manajemen kebun pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Rabu (08/07/2026).
Pelatihan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke ini digelar guna mendorong kemandirian serta kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.
Ketua Panitia kegiatan, Bismar Ronald Simanjuntak menjelaskan, program ini dirancang sebagai salah satu strategi stimulan dalam pengelolaan manajemen kelompok.
Melalui pemanfaatan potensi pangan lokal yang ada, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan para peserta OAP dalam mengolah hasil pangan.
Dengan demikian, sambungnya, aktivitas masyarakat tidak lagi sebatas menanam dan beternak untuk konsumsi harian, melainkan mampu meningkatkan pendapatan (income) kelompok yang bermuara pada penguatan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.
Pelatihan manajemen kebun pangan B2SA dijadwalkan berlangsung selama 2 hari, 8-9 Juli 2026.
Untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, panitia menghadirkan para pakar dan pejabat teknis dari berbagai instansi terkait sebagai narasumber, di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Merauke, perwakilan Rumah Kreatif Telkomsel Merauke hingga perwakilan UPTD Pembibitan DKPPKH.

“Kegiatan ini diikuti 50 orang peserta yang merupakan perwakiydari 25 kelompok kebun pangan B2SA khusus OAP, di mana masing-masing kelompok mengirimkan 2 orang utusan terbaiknya,” jelas Ronald Simanjuntak
Seluruh rangkaian kegiatan pelatihan manajemen ini didanai melalui anggaran APBD Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) TA 2026.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Merauke berharap kelompok-kelompok kebun pangan B2SA yang dikelola langsung warga OAP dapat tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri, kreatif, dan berkelanjutan. (Nuryani)













































