Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Maro Merauke Cari Korban Jatuh dari Dermaga

Oplus_131072

Metro Merauke – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke mengerahkan personel rescue guna melakukan operasi pencarian intensif di aliran Sungai Maro, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Senin (06/07/2026).

Operasi ini digelar setelah seorang warga dilaporkan hilang misterius akibat diduga terjatuh dari dermaga pada Senin dini hari.

Bacaan Lainnya

​Peristiwa nahas tersebut menimpa seorang pria bernama Abdul Rozas (29). Berdasarkan laporan kronologis awal dari rekan korban, Supendi, insiden itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIT.

Korban diduga terpeleset dan terjatuh saat hendak menuju ke kamar kecil untuk buang air kecil di kawasan dermaga milik warga bernama Hengki yang berada di pinggiran Sungai Maro.

​Sejak saat itu, korban yang terakhir kali terlihat mengenakan kaos lengan panjang berwarna biru dan celana pendek tersebut tidak kunjung kembali dan dinyatakan hilang di sekitar lokasi kejadian.

​Pihak Basarnas Merauke baru menerima laporan resmi dari kerabat korban pada Senin pagi, pukul 10.00 WIT. Merespons cepat laporan tersebut, tim langsung bergerak menuju ke Lokasi Kejadian Perkara (LKP) yang berjarak sekitar 6,30 kilometer dari Kantor SAR.

​”Kami langsung memberangkatkan dua tim rescue berkekuatan sepuluh personel menuju LKP dengan estimasi waktu tempuh 25 menit menggunakan jalur darat dan air,” kata Humas Kantor SAR Merauke dalam siaran Pers.

​Untuk mengoptimalkan upaya pencarian di sepanjang aliran Sungai Maro, Basarnas Merauke berkoordinasi erat dan bersinergi dengan berbagai unsur potensi SAR lintas instansi di wilayah Merauke. Tim gabungan ini terdiri dari personel Kodaeral XI Merauke, Satrol Merauke, Polair Merauke, serta turut dibantu oleh kru ABK KM Lyly 03.

​Sejumlah alat utama (alut) canggih dan peralatan penyelamatan darurat dikerahkan penuh ke lokasi. 3 Unit Rescuer Car, 1 Unit Rigid Bouyant Boat, 1 perahu bermesin 40 PK, 1 Unit drone thermal hingga alat komunikasi canggih.

​Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung di bawah kondisi cuaca yang dilaporkan cerah berawan hingga sesekali terjadi hujan lokal. Pergerakan arah angin di sekitar perairan Sungai Maro bertiup dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 8–25 km/jam.

​Pihak keamanan mengimbau kepada masyarakat lokal, nelayan, maupun awak kapal yang kebetulan melintas di sepanjang jalur Sungai Maro untuk tetap waspada. Jika melihat tanda-tanda atau keberadaan korban, warga diminta untuk segera melaporkannya ke petugas tim SAR gabungan terdekat agar bisa langsung dievakuasi. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *