Pemalangan Bandara Tanah Merah Resmi Dibuka

Bupati Boven Digoel, Roni Omba

Metro Merauke – Operasional Bandara Tanah Merah di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, akhirnya kembali normal setelah aksi pemalangan oleh masyarakat pemilik hak ulayat resmi dibuka pada Senin malam (04/05/2026).

Diketahui, bandara ini sebelumnya sempat lumpuh total selama hampir dua bulan sejak pertengahan Maret lalu.

Bacaan Lainnya

Bupati Boven Digoel, Roni Omba, menyebut, aksi penutupan bandara ini dilakukan warga yang mengklaim sebagai pemilik bak ulayat. Pemalangan dilakukan sebagai bentuk protes atas ketidakjelasan ganti rugi lahan.
​Pembukaan palang ini merupakan hasil negosiasi panjang yang melibatkan Pemerintah Daerah, DPRK Boven Digoel, jajaran Forkopimda (TNI-Polri), serta perwakilan masyarakat adat.

“Juga sudah diberikan tali asih untuk masyarakat. Setelah ada koordinasi, masyarakat sendiri membuka palang yang dipasang sejak 16 Maret lalu,” kata Bupati Roni Omba kepada wartawan, Rabu (06/05/2026).

Masyarakat bersedia membuka akses demi pemulihan mobilisasi orang dan barang yang sempat terhambat.

Pemkab Boven Digoel berkomitmen memfasilitasi perwakilan warga untuk membawa aspirasi ini ke tingkat nasional.

Bupati menyebut, bandara menjadi salah satu objek vital yang harus tetap lancar pengoperasiannya. Kabupaten Boven Digoel sendiri sempat mengalami kendala distribusi logistik yang cukup serius saat bandara lumpuh tak beroperasi selama hampir dua bulan terakhir.

Terhentinya penerbangan tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga kebutuhan lainnya.

​Pemerintah daerah berharap agar Kementerian Perhubungan segera merespons hasil mediasi ini agar konflik agraria di kawasan bandara dapat terselesaikan sepenuhnya tanpa harus mengganggu pelayanan publik di masa depan. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *