Aksi Hijau di Pusat Perkantoran Salor, DLHKP Papua Selatan Tanam 1.200 Pohon

Penanaman bibit pohon angsana dan trembesi dimulai dari tanah Tinggi hingga di kawasan perkantoran, Salor

Metro Merauke – Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) mengambil langkah konkret dalam menata lingkungan di pusat pemerintahan, Salor, Distrik Kurik. Terbukti, sebanyak 1.200 bibit pohon kini telah disiapkan dan ditanam untuk menghijaukan kawasan perkantoran Provinsi Papua Selatan yang terpusat di Salor, Merauke.

​Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun identitas Provinsi Papua Selatan sebagai wilayah yang mengedepankan kelestarian alam.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Papua Selatan, Jujuk Rianto menjelaskan, penanaman ribuan bibit pohon tersebut diharapkan mampu mengubah kesan gersang di area pembangunan kantor baru menjadi kawasan yang sejuk dan rimbun.

Dikatakan, penyediaan bibit ini merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap lingkungan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur gedung perkantoran harus selalu diimbangi dengan ketersediaan ruang terbuka hijau yang cukup bagi keseimbangan ekosistem.

Ribuan bibit pohon disiapkan Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan Papua Selatan siap hijaukan kawasan perkantoran

​”Kami telah memetakan titik-titik mana saja yang membutuhkan penghijauan. Mulai dari Tanah tinggi sampai ke kawasan pusat kantor pemerintah Provinsi Papua Selatan. Dengan 1.200 bibit ini, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan fisik gedung-gedung pemerintah berjalan selaras dengan pertumbuhan vegetasi di sekitarnya,” tegas Jujuk, Jumat (09/01/2026).

​Adapun jenis bibit Angsana dan trembesi yang ditanam, merupakan pohon pelindung dan tanaman peneduh yang memiliki daya serap karbon tinggi. Pemilihan jenis ini didasarkan pada kebutuhan untuk menciptakan perlindungan alami dari paparan sinar matahari yang cukup terik di wilayah Merauke dan sekitarnya.

​”Fokus utama kami adalah kenyamanan di kawasan kantor dan pemukiman, ada pepohonan, suhu udara akan lebih stabil dan polusi udara dari kendaraan bisa tersaring secara alami,” tambahnya.

​Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya terletak pada proses penanaman, melainkan pada komitmen pemeliharaan pasca-tanam. DLHKP berharap semuanya dapat menjaga tanaman agar tidak mati karena kurang perawatan.

​”Bibit-bibit ini adalah aset kita. Saya meminta agar semua pihak merasa memiliki, sehingga pohon-pohon ini bisa tumbuh besar dan dinikmati manfaatnya oleh generasi mendatang,” tuturnya penuh harap.

Dengan penanaman ribuan pohon tersebut, DLHKP berkomitmen untuk terus memantau perkembangannya dan aksi hijau ini diharapkan menjadi pematik bagi masyarakat luas untuk turut melakukan hal serupa di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing demi Papua Selatan yang lebih hijau. (Nuryani)

Untuk Pembaca Metro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *