Metro Merauke – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Disporaparekraf Papua Selatan menggelar sosialisasi sadar wisata dan pembinaan Kelompok Sadar Wisata Pokdarwis di Kabupaten Asmat, 18–21 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kota Agats itu diikuti 125 peserta dari unsur tokoh adat, pemuda, dan perempuan. Tujuannya memperkuat pemahaman masyarakat Asmat sebagai tuan rumah yang ramah dan siap menyambut wisatawan.
Ketua Tim, Sidik Weriuw, mengatakan sosialisasi ini merujuk pada DPA Bidang Pariwisata dan Ekraf 2026 serta Surat Tugas Kepala Disporaparekraf.
“Hari pertama kami koordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Asmat untuk menyamakan teknis pelaksanaan di lapangan. Masuk hari kedua, materi fokus pada Sapta Pesona dan peran masyarakat dalam menjaga citra destinasi, kegiatan dibuka Asisten I Setda Asmat, Muhammad Iqbal, ” ujar Sidik, Jumat (22/05/2026).
Dijelaskan, dalam simulasi menyambut wisatawan, peserta diajak praktik langsung dan mendiskusikan pembuatan deklarasi kampung sadar wisata. Antusiasme tinggi terlihat dari banyaknya usulan perbaikan sarana wisata di Kampung Kaye dan gedung kesenian setempat.
Tim juga melakukan kunjungan lapangan ke Kampung Kaye, Distrik Agats, serta Museum dan Galeri Asmat untuk melihat potensi destinasi yang bisa dikembangkan.
Selain itu, tim memonitoring calon penerima bantuan modal usaha OAP dan melakukan evaluasi bersama tim. Dari hasil evaluasi, disepakati tindak lanjut berupa pelatihan dan magang bagi Pokdarwis yang sudah terbentuk, serta pengalokasian anggaran untuk perbaikan destinasi wisata.
“Yang penting bukan cuma sosialisasi, tapi ada aksi nyata. Ada kesepakatan awal dengan Dinas Pariwisata Asmat untuk bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM dan ekraf Asmat,” tambah Sidik.
Disporaparekraf berharap melalui program ini, masyarakat Asmat tidak hanya paham konsep sadar wisata, tetapi juga mampu mengelolanya menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan. (Nuryani)
















































