Air Mata Syukur di Usia Senja, Perjuangan 13 Tahun Mbah Ngalamin Menuju Baitullah

Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, mengalami Mbah Ngalamin saat pelepasan calon jamaah haji asal Merauke

Metro Merauke – Raut bahagia terpancar jelas dari wajah renta Mbah Ngalamin, warga Kurik 5, Distrik Malind, Kabupaten Merauke. Setelah menanti selama 13 tahun dalam antrean panjang, pria berusia 80 tahun silam ini akhirnya resmi tercatat sebagai calon jemaah haji tertua pada musim haji 2026 dari Merauke.

​Perjalanan Mbah Ngalamin menuju Tanah Suci, Arab Saudi, bukanlah jalan yang instan. Ia membuktikan bahwa niat yang tulus mampu menembus segala keterbatasan.

Bacaan Lainnya

Diceritakan, selama belasan tahun itu, ia menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilannya dari hasil bertani dan beternak sapi. Tabungan yang dikumpulkan dengan penuh kesabaran itu akhirnya mencukupi untuk melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH).

​Bagi Mbah Ngalamin, keberangkatannya ke Arab Saudi bukan soal status sosial atau keinginan untuk dipanggil dengan gelar “Pak Haji” saat pulang nanti.

​”Saya ke sana semata-mata untuk menunaikan ibadah rukun Islam ke lima. Saya rindu ingin menjadi tamu Allah,” ungkapnya kepada wartawan di Masjid Raya Al Aqsha Merauke.

Ngalamin (80) calon jamaah haji Merauke mengaku bersyukur tahun ini dapat ke Tanah Suci, Arab Saudi untuk menjalankan ibadah rukun Islam ke lima

​Kerinduan mendalam untuk bersujud di depan Ka’bah menjadi pelecut semangatnya. Meski fisik tak lagi muda. Ia mengaku tidak memikirkan gelar duniawi, melainkan fokus pada pemenuhan rukun Islam kelima yang telah ia impikan sepanjang hidupnya.

​Diketahui, Ngalamin merupakan bagian dari 95 calon jamaah haji asal Kabupaten Merauke yang bakal diberangkatkan 9 Mei 2026 menuju Embakasi Makassar, Sulawesi Selatan, bergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 29.

Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze secara langsung melepas calon haji Merauke. Bupati mengapresiasi kegigihan para jemaah, khususnya mereka yang sudah lansia seperti Mbah Ngalamin, dan mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan serta kekuatan selama menjalankan ibadah.

​Kisah mbah Ngalamin menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keberangkatan haji adalah panggilan hati. Dengan kerja keras, kesabaran, dan tawakal, impian untuk menginjakkan kaki di Baitullah bisa menjadi kenyataan, berapapun usianya. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *