Persiapkan SE2026, BPS Gelar Pelatihan Petugas Lapangan Berbasis Aplikasi CAPI

Metro Merauke – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mappi, Papua Selatan, resmi menggelar Pelatihan Petugas Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Kegiatan yang berlangsung tanggal 4 hingga 10 Juni 2026 ini dilaksanakan dalam dua gelombang yang dibagi ke dalam Kelas A dan Kelas B, bertempat di Hotel Avista dan J Studio Convention, Kepi.

​Sensus Ekonomi sendiri merupakan agenda nasional berskala besar yang diselenggarakan oleh BPS setiap 10 tahun sekali. Tujuannya adalah memotret kondisi dan struktur seluruh aktivitas usaha di Indonesia secara menyeluruh.

Bacaan Lainnya

​Mewakili Kepala BPS Kabupaten Mappi, John Tri Merjaya, S.ST, M.Ec.Dev., kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kasubag Umum BPS Mappi, Oky Dewiyanti, S. ST.

Dalam sambutannya, Oky menjelaskan bahwa cakupan pendataan SE2026 sangat luas, menyasar seluruh skala usaha baik formal maupun informal.

​”Pendataan SE2026 mencakup level mikro, UMKM, ekonomi digital, hingga perusahaan besar. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi acuan penting, baik bagi Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat dalam menyusun kajian strategis,” ujar Oky.

​Mengingat pentingnya akurasi data, Oky mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan serius dan memperhatikan setiap materi yang disampaikan oleh Instruktur Daerah (Inda).

​”Kami meminta para petugas untuk tidak terlambat atau absen. Materi yang diajarkan merupakan metode mutakhir yang akan langsung diterapkan saat mengumpulkan data di lapangan. Selain itu, jaga kesehatan dengan baik karena diperkirakan pada 15 Juni nanti, petugas sudah harus turun ke lokasi tugas masing-masing sesuai jadwal,” tegasnya.

​Ia juga menekankan pentingnya bekerja sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku, terutama dalam menjaga keamanan dan kerahasiaan informasi responden. Berdasarkan Undang-Undang Statistik, semua data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan murni digunakan untuk kepentingan statistik pembangunan.

​Sebagai bentuk komitmen kerja, pembukaan kegiatan ini juga dirangkaikan dengan prosesi penandatanganan kontrak kerja antara BPS Mappi sebagai pihak pertama dan para petugas lapangan sebagai pihak kedua.

​Untuk wilayah Kabupaten Mappi, BPS mengerahkan sebanyak 97 personel lapangan, yang terdiri dari 17 orang Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan 80 orang Petugas Pencacah Lapangan (PPL). Seluruh petugas ini akan disebar ke 15 distrik, meliputi 163 kampung dan 2 kelurahan di seluruh penjuru Kabupaten Mappi.

​Berbeda dengan sensus edisi sebelumnya, pengumpulan data SE2026 di Kabupaten Mappi kini sepenuhnya mengadopsi sistem modern lewat metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).

​Melalui metode ini, petugas akan mendatangi langsung responden dari rumah ke rumah atau tempat usaha (door-to-door). Alih-alih menggunakan kuesioner kertas, wawancara dan pencatatan jawaban kini dilakukan secara digital menggunakan aplikasi khusus bernama FASIH yang terinstal di ponsel pintar masing-masing petugas.

​Masyarakat Kabupaten Mappi pun diimbau untuk menyambut baik agenda nasional ini. Pastikan untuk menerima kedatangan petugas pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 yang akan bergerak mulai bulan Juni hingga Agustus 2026, serta memberikan data usaha yang jujur dan akurat demi pembangunan daerah yang lebih baik. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *