Metro Merauke – Di balik senyum yang masih terpancar di wajahnya, tersimpan perjuangan panjang yang harus dijalani Mesiem (60), seorang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Sejak didiagnosis menderita gagal ginjal kronis, Mesiem harus menjalani terapi hemodialisis atau cuci darah sebanyak dua kali setiap pekan. Terapi tersebut bukan lagi sekadar bagian dari proses pengobatan, melainkan menjadi rutinitas yang harus dijalani demi mempertahankan kualitas hidupnya.
Meski harus menjalani pengobatan secara rutin, Mesiem mengaku bersyukur karena telah terdaftar sebagai peserta JKN. Menurutnya, kehadiran Program JKN memberikan ketenangan karena seluruh biaya pengobatan yang dijalaninya dijamin sesuai dengan indikasi medis.
Hal tersebut membuatnya dapat lebih fokus menjalani terapi tanpa dibebani kekhawatiran mengenai biaya yang harus dikeluarkan.
“Kalau harus membayar sendiri, saya rasa tidak akan sanggup. Biaya cuci darah sangat mahal, sementara saya harus menjalani terapi dua kali dalam seminggu. Mungkin sudah menghabiskan banyak sekali uang. Berkat Program JKN, saya bisa menjalani pengobatan tanpa mengeluarkan biaya apa pun. Saya sangat bersyukur karena benar-benar sangat terbantu,” ujar Mesiem, Rabu (22/07/2026).
Ia mengatakan, selama menjalani terapi di rumah sakit, pelayanan yang diterimanya selalu memuaskan. Mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan sebelum tindakan, hingga pelaksanaan cuci darah berlangsung dengan baik.
Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan selalu memberikan pelayanan yang profesional dan penuh perhatian kepada setiap pasien.
“Dokter, perawat, dan semua petugas di sini sangat baik. Mereka selalu ramah, sabar, dan memperhatikan kondisi kami. Saya juga tidak pernah merasa dibedakan hanya karena menggunakan BPJS Kesehatan. Pelayanannya sama seperti pasien umum. Semua dilayani dengan baik,” tuturnya.
Pengalaman yang dirasakan Mesiem menjadi gambaran bahwa Program JKN tidak hanya memberikan perlindungan dari sisi pembiayaan kesehatan, tetapi juga memastikan peserta memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa adanya perbedaan perlakuan. Seluruh peserta memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan medis di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Dani Hamdani, mengatakan bahwa Program JKN hadir untuk memastikan seluruh peserta memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, termasuk bagi pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan terapi jangka panjang seperti hemodialisis.
Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif agar manfaat program dapat digunakan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.
Menurutnya, tidak ada seorang pun yang dapat memprediksi kapan risiko sakit datang, sehingga memiliki perlindungan kesehatan merupakan bentuk kesiapsiagaan yang sangat penting bagi setiap individu maupun keluarga.
Kisah Mesiem menjadi bukti nyata bahwa Program JKN memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama bagi pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan berkelanjutan.
Melalui jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, peserta tidak lagi dibayangi oleh besarnya biaya pengobatan yang harus dikeluarkan. Di sisi lain, pelayanan yang ramah, profesional, dan tanpa diskriminasi memberikan rasa nyaman sehingga pasien dapat menjalani proses pengobatan dengan lebih tenang.
Bagi Mesiem, Program JKN bukan hanya membantu meringankan beban ekonomi keluarganya, tetapi juga menghadirkan harapan untuk terus menjalani hidup dengan lebih baik.
Di tengah rutinitas cuci darah yang harus dijalani dua kali setiap minggu, ia kini dapat fokus menjaga kesehatannya tanpa dihantui kekhawatiran akan biaya pengobatan.
Semangat gotong royong yang menjadi fondasi Program JKN pun terus dirasakan manfaatnya, menghadirkan perlindungan kesehatan yang adil, berkualitas, dan setara bagi seluruh masyarakat Indonesia. (Nuryani)













































