Metro Merauke– Penyakit gagal ginjal kronis mengubah banyak aspek kehidupan seseorang. Selain harus menjaga pola hidup, pasien juga diwajibkan menjalani terapi hemodialisis atau cuci darah secara rutin agar kondisi kesehatannya tetap stabil.
Bagi pasien gagal ginjal, terapi ini bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dilakukan secara berkala sesuai dengan kondisi medis.
Hal tersebut dirasakan oleh Agus Cahyo Utomo (31), peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang kini harus menjalani terapi cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu di RSUD Merauke. Rutinitas tersebut telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak didiagnosis mengalami gagal ginjal kronis. Meski harus datang ke rumah sakit secara berkala, Agus mengaku tidak lagi dihantui kekhawatiran mengenai biaya pengobatan karena seluruh pelayanan yang dibutuhkan dijamin melalui Program JKN sesuai dengan indikasi medis.
“Awalnya saya cukup kaget ketika dokter menyampaikan bahwa saya harus rutin cuci darah. Yang langsung saya pikirkan adalah bagaimana dengan biaya pengobatannya karena terapi ini harus dilakukan terus-menerus. Syukurlah saya sudah menjadi peserta JKN, sehingga saya bisa menjalani pengobatan tanpa harus memikirkan biaya dan lebih fokus menjaga kondisi kesehatan,” ujar Agus.
Kini, dua kali dalam sepekan Agus datang ke RSUD Merauke untuk menjalani terapi hemodialisis. Meski proses tersebut membutuhkan waktu beberapa jam setiap kunjungan, ia mengaku selalu merasa nyaman karena pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan berlangsung dengan baik.
“Setiap datang untuk cuci darah, saya selalu dilayani dengan baik. Petugas administrasi, perawat, maupun dokter semuanya ramah dan membantu. Saya juga tidak pernah merasa dibeda-bedakan. Semua pasien mendapatkan pelayanan yang sama sehingga saya merasa nyaman menjalani pengobatan di sini,” katanya.
Pelayanan yang humanis tersebut, menurut Agus, menjadi salah satu penyemangat baginya untuk terus menjalani terapi. Di tengah kondisi kesehatan yang harus terus dipantau, sikap ramah tenaga kesehatan memberikan ketenangan dan rasa percaya diri selama menjalani proses pengobatan.
Agus juga mengaku bersyukur dapat memanfaatkan manfaat Program JKN. Baginya, program ini tidak hanya memberikan jaminan pembiayaan, tetapi juga menghadirkan rasa aman ketika membutuhkan pelayanan kesehatan yang bersifat jangka panjang.
“Program JKN sangat membantu saya. Kalau tidak ada JKN, mungkin saya akan kesulitan menjalani pengobatan secara rutin. Sekarang saya hanya perlu mengikuti jadwal cuci darah, mematuhi anjuran dokter, dan menjaga kesehatan tanpa terbebani memikirkan biaya pengobatan,” ungkapnya.
Terapi hemodialisis merupakan salah satu layanan kesehatan yang membutuhkan penanganan secara berkelanjutan dengan biaya yang relatif besar.
Melalui Program JKN, peserta yang membutuhkan layanan tersebut dapat memperoleh pelayanan sesuai indikasi medis sehingga keberlangsungan terapi tetap terjaga tanpa terkendala masalah pembiayaan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Dani Hamdani, mengatakan bahwa Program JKN terus berkomitmen memberikan perlindungan kesehatan yang menyeluruh kepada masyarakat, termasuk bagi peserta yang membutuhkan pelayanan kesehatan berkesinambungan seperti terapi hemodialisis.
Ia menambahkan bahwa BPJS Kesehatan bersama seluruh fasilitas kesehatan mitra terus berupaya menghadirkan pelayanan yang berkualitas, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan peserta.
Melalui sinergi yang terus diperkuat antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan, Program JKN diharapkan semakin memberikan perlindungan yang optimal bagi masyarakat.
Kisah Agus Cahyo Utomo menjadi salah satu gambaran nyata bahwa JKN tidak hanya menghadirkan kepastian pembiayaan layanan kesehatan, tetapi juga memberikan ketenangan bagi peserta untuk menjalani pengobatan secara berkesinambungan.
Dengan pelayanan yang setara dan berkualitas di RSUD Merauke, peserta dapat lebih fokus pada proses pemulihan dan mempertahankan kualitas hidupnya. (Nuryani)















































