Siaga Hadapi Setiap Ancaman, Prajurit Kodaeral XI Asah Kemampuan Menembak

Oplus_131072

Metro Merauke – Komando Daerah Angkatan Laut XI terus mengasah naluri tempur prajuritnya. Komandan Kodaeral XI, Laksda TNI Joko Andriyanto, memimpin langsung Latihan Menembak Triwulan III Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Tembak Yonif 13 Marinir, Merauke, Selasa (22/07/2026).

Latihan yang diikuti seluruh prajurit Kodaeral XI ini merupakan bagian dari program pembinaan berkala untuk menjaga profesionalisme dan kesiapsiagaan personel.

Bacaan Lainnya

“Siaga Hadapi Setiap Ancaman” menjadi semangat utama dalam latihan kali ini. Kodaeral XI ingin memastikan setiap prajurit TNI Angkatan Laut di wilayah perairan Indonesia bagian timur memiliki kemampuan dasar menembak yang mumpuni, cepat, tepat, dan profesional.

Menurut Laksda Joko, kemampuan menembak bukan hanya soal akurasi. Latihan ini juga ditempa untuk membangun disiplin, konsentrasi, mental juang, dan kepercayaan diri prajurit sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan NKRI.

“Melalui latihan yang terukur, bertahap, dan berkelanjutan, naluri tempur prajurit akan semakin tajam. Sehingga saat menghadapi dinamika penugasan di lapangan, mereka mampu bertindak cepat dan tepat,” tegasnya di sela kegiatan.

Wilayah kerja Kodaeral XI yang meliputi perairan Papua Selatan memiliki tantangan geografis dan dinamika keamanan tersendiri. Karena itu pembinaan kemampuan tempur menjadi prioritas agar setiap prajurit siap menjalankan tugas pokok TNI AL menjaga keamanan laut dan kedaulatan negara.

Rangkaian latihan dimulai dengan pemeriksaan personel dan material, dilanjutkan pengarahan teknis dari instruktur. Pengawasan ketat juga dilakukan sepanjang kegiatan untuk memastikan latihan berjalan aman, tertib, dan efektif sesuai prosedur.

Dengan latihan menembak Triwulan III ini, Kodaeral XI menegaskan komitmennya mencetak prajurit yang tidak hanya memiliki kemampuan tempur andal, tetapi juga siap operasional mendukung tugas TNI Angkatan Laut di seluruh wilayah perairan Indonesia.

Dikatakan, latihan semacam ini akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk nyata pembinaan satuan dalam menghadapi setiap kemungkinan ancaman di masa mendatang. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *