Metro Merauke – Antusiasme pemuda menjadi Prajurit TNI Angkatan Udara mengalami peningkatan. Komandan Lanud J. A Dimara, Kolonel Pnb Beny Aprianto, mengungkapkan hal tersebut setelah data terbaru dari peserta yang mendaftar Bintara di Lanud J. A Dimara tercatat mengalami peningkatan signifikan.
“Pendaftaran sudah dibuka hingga 20 Juni, untuk bintara ada sebanyak 30 pemuda di Merauke mendaftar. Angka ini meningkat drastis dibanding tahun lalu, hanya berkisar antara 10 hingga 15 pendaftar saja,” ucap Danlanud Beny Aprianto kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (15/07/2026).
Pihak Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) J.A. Dimara menyatakan rasa bangga melihat tingginya animo pemuda yang mendaftar untuk menjadi anggota TNI AU. Sekaligus hal ini menjadi parameter, antusias untuk mengabdikan diri kepada bangsa melalui TNI AU masih besar.
Beny Aprianto menyebut, salah satu faktor pemicu meningkatnya minat pendaftar adalah tingginya persentase kelulusan bagi perwakilan dari daerah. “Berdasarkan evaluasi pengiriman casis ke pusat pada gelombang-gelombang sebelumnya, tingkat kelulusan mencapai 80 hingga 90 persen,” ungkapnya.
Sebagai contoh nyata, sambungnya, dari 8 casis yang dikirim pada seleksi lalu, sebanyak 7 orang dinyatakan lolos dan hanya satu orang yang kembali. “Bahkan, untuk kategori seleksi Tamtama, dari 4 orang yang dikirim, seluruhnya (4 orang) berhasil lolos, di mana 2 di antaranya merupakan putra asli Papua (Orang Asli Papua/OAP),” beber Beny Aprianto.

Bahkan, untuk memberikan kemudahan dan efisiensi, Mabes TNI AU menerapkan kebijakan baru yang sangat menguntungkan para peserta dari Papua, khususnya untuk jalur Tamtama. Jika sebelumnya tes pusat mengharuskan peserta langsung terbang ke Solo, kini proses seleksi tingkat pusat akan didekatkan dan dilaksanakan di Biak.
”Setelah dinyatakan lulus pada seleksi di Biak, barulah para siswa akan diberangkatkan ke Solo untuk menjalani pendidikan,” katanya.
Menurut Beny Aprianto, kebijakan ini dinilai sangat efektif dan efisien karena mampu memangkas biaya akomodasi dan transportasi yang harus ditanggung oleh para casis secara signifikan.
Tak hanya itu, Danlanud juga mengungkapkan, selain kemudahan lokasi tes, daya tarik lain dari seleksi kali ini adalah adanya kebijakan penempatan dari pusat.
Dimana, sesuai dengan instruksi, para personel TNI AU yang telah dinyatakan lulus dan menyelesaikan masa pendidikannya, nantinya akan dikembalikan ke daerah asal tempat mereka mendaftar seleksi.
Kebijakan “kembali ke daerah” ini diharapkan dapat menjadi motivasi kuat bagi anak-anak muda di Merauke, karena mereka dipastikan akan bertugas untuk menjaga sekaligus membangun tanah kelahiran mereka sendiri setelah resmi menjadi prajurit TNI AU. (Nuryani)













































