Metro Merauke – BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) Kabupaten Merauke, Papua Selatan, kembali menggelar pelatihan public speaking ketiga. Pelatihan yang diikuti puluhan peserta bertujuan meningkatkan skill berbicara sebagai MC (Master of Ceremony).
Pelatihan singkat ini diadakan karena BKMT menyadari bahwa kemampuan berbicara di depan umum sangat penting, terutama bagi kaum perempuan. “Kalau tidak punya ilmu dan kemampuan, pasti gugup,” kata Ketua BKMT Merauke, Evi Ernawati Kristina saat membuka kegiatan, Sabtu (31/01/2026).
Kali ini BKMT menghadirkan pemateri Winona Welikin, merupakan MC kondang di daerah yang memiliki skil dan talenta yang mumpuni. Winona dikenal sebagai perempuan multitalenta pun juga pegiat yang berpengalaman dalam bidang public speaking.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang, bahkan ada sejumlah peserta yang datang dari Kabupaten Boven Digoel. Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini dan berharap dapat meningkatkan kemampuan berbicara mereka.
“BKMT bukan hanya organisasi majelis taklim semata, tapi juga untuk memajukan kaum perempuan,” kata Evi Kristina.

Oleh karena itu, BKMT melalui Bidang Pendidikan dan Pelatihan, untuk ketiga kalinya mengadakan pelatihan dan kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri kaum perempuan.
Pada kesempatan itu Winona, sang pemateri, membagikan tips dan trik untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum. Ia juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk praktik berbicara di depan umum.
“Public Speaking (berbicara di depan umum) bukan hanya keterampilan bagi tokoh publik. Tetapi juga kebutuhan penting bagi ibu-ibu majelis taklim. Tujuan pelatihan publik speaking, salah satunya agar peserta memiliki keberanian dan kepercayaan diri berbicara di depan umum,” tuturnya.
Peserta pelatihan sangat puas dengan materi yang disampaikan Winona. Mereka berharap dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pelatihan ini, BKMT berharap dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri kaum perempuan, sehingga mereka dapat menjadi lebih aktif dan berani berbicara di depan umum. (Nuryani)
















































