Sekda Papua Selatan Ajak Generasi Muda Kawal PSN dan Lindungi Hak Ulayat

Metro Merauke – Generasi muda memegang peran penting sebagai pilar utama dalam menjaga harmoni pembangunan, melindungi hak ulayat, sekaligus mengawal keberlangsungan Program Strategis Nasional (PSN) agar berjalan secara berkeadilan di Provinsi Papua Selatan.

​Pesan kuat tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Selatan, Ferdinadus Kainakaimu, saat membuka Seminar Nasional yang diinisiasi Komite Pemuda Papua Selatan di Merauke.

Bacaan Lainnya

Hadir mewakili Gubernur Papua Selatan yang tengah menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Sekda menitipkan masa depan daerah kepada pundak para pemuda.

​”Masa depan Papua Selatan ada di tangan generasi muda, bukan lagi kami yang sudah mendekati masa purna tugas. Karena itu, gerak pembangunan harus dikawal dengan baik,” ujar Sekda Kainakaimu.

​Seminar nasional kali ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan dinamika daerah, yakni “Membangun Harmoni antara Hak Ulayat, Ketahanan Pangan, dan Kesejahteraan Masyarakat Adat”, didampingi subtema “Peran Generasi Muda Papua Selatan dalam Mengawal Pembangunan Berkeadilan di Era Transformasi Ekonomi dan Program Strategis Nasional.”

​Dalam pemaparannya, Sekda mengibaratkan Papua Selatan sebagai pelangi indah yang kaya akan warna. Analogi ini menggambarkan realitas sosial masyarakat Papua Selatan yang majemuk, terdiri dari berbagai suku asli Papua serta masyarakat modern dari berbagai penjuru Nusantara yang hidup berdampingan dengan damai.

​”Semua elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku maupun budaya harus saling bergandengan tangan untuk membangun Papua Selatan,” tuturnya.

​Ia juga mengulas kembali rekam jejak Kabupaten Merauke yang sejak era kolonial Belanda hingga masa pemerintahan Presiden Soeharto telah menjadi daerah andalan sektor pertanian melalui program transmigrasi. Potensi besar inilah yang kini bertransformasi menjadi modal utama dalam menopang ketahanan pangan nasional.

​Kendati memacu pembangunan sektor pertanian dan PSN secara masif, Sekda mengingatkan dengan tegas agar seluruh proses transformasi tersebut tidak mengesampingkan hak ulayat masyarakat adat.

Ia mengakui bahwa lompatan transformasi yang sangat cepat—dari kehidupan yang bergantung pada alam langsung menuju era teknologi dan proyek berskala besar—menjadi tantangan adaptasi yang berat bagi masyarakat. Di sinilah generasi muda diharapkan tampil sebagai ‘jembatan hidup’ yang mampu menyelaraskan modernisasi tanpa harus mencabut akar nilai adat dan budaya lokal.

Pada kesempatan itu Sekda mengajak Komite Pemuda Papua Selatan untuk menjadikan organisasi mereka sebagai laboratorium gagasan, ruang diskusi yang sehat seeta wadah kolaborasi aktif dalM mengawal pembangunan.

​”Melalui seminar ini, saya berharap lahir pemikiran-pemikiran visioner yang mampu menjaga keseimbangan antara akselerasi pembangunan, perlindungan hak ulayat, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat di Papua Selatan,” pungkasnya. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *