Metro Merauke – Pemerintah Provinsi Papua Selatan secara resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan RKPD tahun 2027. Musrenbang ini menjadi pijakan strategis dalam menentukan arah kebijakan pembangunan wilayah Papua Selatan di masa mendatang.
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, membuka langsung Musrenbang yang diikuti 4 kabupaten, Merauke, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel. Pemukulan tifa sebagai simbol dimulainya musyawarah bersama lintas sektor, Selasa (21/04/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Apolo Safanpo, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang tahun berjalan 2026 merupakan amanat Permendagri Nomor 26 Tahun 2021 untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
Khusus untuk Musrenbang Otsus, Gubernur menekankan bahwa kegiatannya dilaksanakan secara terpisah sesuai amanat UU Nomor 2 Tahun 2021 dan PP Nomor 107 Tahun 2021. Hal ini bertujuan agar perencanaan kegiatan yang bersumber dari dana Otsus dapat lebih spesifik dan tepat sasaran.
”Bapperida diharapkan segera menghitung proyeksi anggaran Otsus, termasuk tambahan dari hasil efisiensi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang telah ditindaklanjuti Kemenkeu. Total anggaran ini akan menjadi pagu indikatif untuk tahun 2027,” ujar Apolo Safanpo.
Gubernur menginstruksikan agar pembahasan RKPD benar-benar memperhatikan suara masyarakat. Aspirasi tersebut mencakup masukan berjenjang mulai dari tingkat kampung, distrik, kabupaten, hingga yang disalurkan melalui perwakilan rakyat di legislatif.
”Kita harus menginventarisir semua aspirasi dari berbagai sumber untuk menentukan prioritas pembangunan melalui seleksi yang ketat. Namun, program tersebut juga harus disesuaikan dengan pembagian kewenangan antara pemerintah provinsi dan kabupaten,” tegasnya.
Musrenbang kali ini melibatkan seluruh elemen bangsa, mulai dari lembaga politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh perempuan. Keterlibatan berbagai komponen ini dipandang sebagai bentuk transparansi dalam menyusun program pembangunan.
Gubernur berharap momentum ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melahirkan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
”Mari kita ikuti seluruh rangkaian ini dengan aktif agar menghasilkan dokumen pembangunan yang valid, aktual, dan sesuai dengan kondisi rill yang dihadapi masyarakat di lapangan,” pungkas Gubernur Apolo.
Kegiatan Musrenbang Otsus dan RKPD ini direncanakan akan berlangsung selama empat hari ke depan guna merumuskan dokumen final perencanaan pembangunan Provinsi Papua Selatan tahun 2027. (Nuryani)
















































