Metro Merauke – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengajak seluruh lapisa masyarakat untuk menjalani ibadah Ramadan 1447 Hijrah dalam suasana kesederhanaan, namun penuh hikmat. Pesan ini disampaikan di tengah kondisi keprihatinan nasional yang sedang dihadapi bangsa.
Ajakan tersebut mengemuka saat Gubernur Apolo melakukan Safari Ramadan sekaligus buka puasa bersama warga di Masjid Al Muhajirin, Kampung Waninggap Kay, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Minggu (01/03/2026).
”Ibadah puasa adalah momentum untuk saling menghormati dan menghargai. Mari kita jalankan dalam suasana sederhana, namun tetap mendukung pembangunan ke depan agar berjalan maksimal,” ujar mantan Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) di hadapan jamaah.
Gubernur Apolo menegaskan, meski saat ini Indonesia sedang berada dalam masa keprihatinan nasional, Pemerintah Provinsi Papua Selatan berkomitmen untuk tidak mengendurkan pelayanan publik.
Menurutnya, tugas pengabdian dan pembangunan akan terus diupayakan berjalan maksimal demi kesejahteraan masyarakat. Kehadiran rombongan Pemprov di Distrik Semangga ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah senantiasa hadir mendampingi warga dalam situasi apa pun.
Tidak sekadar bersilaturahmi, dalam kegiatan Safari Ramadan kali ini, Gubernur Apolo juga membawa “buah tangan” sebagai bentuk dukungan nyata bagi warga Kampung Waninggap Kai. Dalam kesempatan tersebut, diserahkan secara simbolis 500 paket bahan pokok untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.
Tak berhenti di situ, perhatian besar juga diberikan terhadap fasilitas ibadah. Gubernur Apolo menyalurkan bantuan material bangunan berupa 500 sak semen, 500 lembar seng, dan uang Rp100 juta. Bantuan tersebut guna mendukung percepatan pembangunan Masjid Al Muhajiri.
Kegiatan Safari Ramadan ini turut dihadiri jajaran pejabat penting, mulai dari Staf Ahli Gubernur, para Kepala Dinas, hingga unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Selatan. Sinergi ini menunjukkan kekompakan jajaran pimpinan daerah dalam merangkul masyarakat di tingkat kampung. (Nuryani)
















































