Senyum Warga Merauke Sambut Listrik Gratis: “Dulu Gelap, Kini Bisa Masak Nasi Malam Hari”

Ketua Seruni Bidang IV Kabinet Merah Putih, Sri Suparni Bahlil (keenam dari kiri), bersama General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar (paling kiri), serta jajaran saat menyerahkan bantuan pasang baru listrik secara simbolis kepada warga di Merauke, Senin (26/1).

Metro Merauke – Harapan ratusan keluarga prasejahtera di Merauke, Papua Selatan untuk memiliki akses listrik mandiri akhirnya terwujud. Melalui kolaborasi PT PLN (Persero), Kementerian ESDM, dan Seruni Kabinet Merah Putih, sebanyak 561 keluarga kini resmi mendapatkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) secara gratis, Senin (26/1/2026).

​Penyalaan listrik secara simbolis dilakukan di kawasan Mangga Dua, Kelurahan Kelapa Lima, Merauke. Hadir dalam acara tersebut Ketua Seruni Bidang IV, Sri Suparni Bahlil, dan General Manager PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar.

Bacaan Lainnya

Sri Suparni Bahlil menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata komitmen Kabinet Merah Putih dalam memastikan keadilan energi. Menurutnya, listrik bukan lagi kemewahan, melainkan hak dasar yang harus dirasakan seluruh rakyat, termasuk di ujung timur Indonesia.

​”Kita ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat yang hidup dalam kegelapan. Semoga bantuan ini benar-benar menunjang kebutuhan harian dan meningkatkan produktivitas keluarga,” ujar Sri Suparni saat meninjau langsung instalasi di rumah warga.

Bantuan ini menjadi titik balik bagi para penerima manfaat yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Yeremias Namberika, seorang pegawai bandara setempat, menceritakan betapa sulitnya hidup sebelum memiliki meteran sendiri. Selama ini, ia harus menyambung kabel dari rumah tetangga dengan daya yang sangat terbatas.

​”Dulu kalau malam sering gelap karena tidak punya aliran sendiri. Mau masak pun susah. Sekarang kami merasa aman dan nyaman. Terima kasih PLN dan Pemerintah atas bantuan ini,” ungkap Yeremias haru.

​Hal senada dirasakan Stevanus Evander, seorang buruh bongkar muat. Ia mengaku kini tak perlu lagi merasa sungkan kepada kerabatnya. “Dulu kalau pakai lampu banyak, listrik di rumah paman saya sering jatuh (anjlok). Sekarang sudah bisa pakai rice cooker sendiri kapan saja,” katanya.

Program BPBL menyasar masyarakat yang tinggal di wilayah yang sudah terjangkau jaringan PLN, namun belum mampu membayar biaya pasang baru. GM PLN UIW Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, memastikan bahwa seluruh instalasi yang dipasang telah memenuhi standar keselamatan.

​”PLN hadir untuk menutup celah kesenjangan akses energi. Dengan listrik mandiri ini, kami berharap kualitas hidup dan ekonomi 561 keluarga di Merauke meningkat signifikan,” pungkas Diksi.

​Melalui langkah ini, rasio elektrifikasi di Papua Selatan diharapkan terus meningkat, sekaligus mewujudkan sila kelima Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. (Nuryani)

Untuk Pembaca Metro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *