Hampir 99 Persen Opla di Papua Raya Berpusat di Merauke, Gubernur Optimis Jadi Eksportir Beras

Oplus_131072

Metro Merauke – Kabupaten Merauke yang terletak di Provinsi Papua Selatan kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai ujung tombak ketahanan pangan di Papua raya. Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Menteri Pertanian bersama jajaran Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Pertanian di Kampung Waningap Kai, Distrik Semangga, Sabtu (04/07/2026).

​Dalam sambutannya, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Dirjen Lahan, atas paparan data yang menunjukkan dominasi luar biasa Kabupaten Merauke dalam sektor pertanian di Papua.

Bacaan Lainnya

​Berdasarkan data yang dipresentasikan, kontribusi Kabupaten Merauke dalam program ketahanan pangan nasional di Tanah Papua mencatatkan angka yang sangat fantastis.

Dimana, kata Apolo, dari total 84.000 heltare cetak sawah yang telah dilakukan di seluruh Tanah Papua, sebanyak, 48.000 Ha berada di Kabupaten Merauke. Ini berarti Merauke menyumbang lebih dari 50 persen total cetak sawah di bumi Papua.

Lebih mencengangkan lagi, untuk program Optimalisasi lahan yang berjalan sejak tahun 2024 hingga 2026, dari total 54.000 Ha di Tanah Papua, sebanyak 53 ribu Ha terpusat di Merauke. “Angka ini mencapai hampir 99 persen dari total program Opla di Papua,” kata Apolo.

​Pemerintah Provinsi Papua Selatan optimistis bahwa perhatian besar dari pemerintah pusat ini akan membawa dampak masif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depan, Merauke tidak hanya ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal atau tingkat provinsi saja, melainkan diproyeksikan menjadi pilar ekspor pangan.

​”Mudah-mudahan kita bisa menjadi pengeskpor beras di wilayah Papua, bahkan di wilayah Indonesia di masa yang akan datang,” tambah Gubernur dengan penuh optimis.

Pada kesempatan itu Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama seluruh jajaran Forkopimda siap mengawal dan mendukung penuh seluruh program strategis nasional (PSN) yang diturunkan ke wilayahnya.

Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas ekonomi, mewujudkan ketahanan pangan, serta menyukseskan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *