Metro Merauke – Pemerintah Provinsi Papua Selatan membuat gebrakan baru guna peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Terbukti, program internasional yang digagas Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, ditindaklanjuti dengan menjalin kerja sama strategis dengan Kedutaan Besar Inggris untuk membuka program beasiswa jenjang Magister (S2) bagi putra-putri daerah.
Setelah sebelumnya gubernur bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperida), Dinas Lingkungan Hidup, serta jajaran Staf Khusus telah berkunjung langsung ke Kedutaan Inggris.
Kepala Baperida Provinsi Papua Selatan, Ulmi Listianingsih Wayeni, kepada wartawan menjelaskan, kesepakatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pendidikan, tetapi juga mencakup riset pembangunan berbasis kelestarian lingkungan.
“Hasil koordinasi kita sepakati adanya kerja sama bukan hanya di pengembangan pendidikan, tetapi juga dalam kajian ekonomi hijau yang berhubungan dengan pangan dan pertanian,” ujar Ulmi, Selasa (11/08/2026).
Riset lingkungan tersebut menjadi fondasi utama sebelum program studi lanjutan dijalankan di perguruan tinggi ternama di Inggris. Pemprov menilai bahwa perencanaan pembangunan di Papua Selatan harus berawal dari kajian ilmiah yang terstruktur agar hasil pembangunan berfokus pada kesejahteraan masyarakat.
Ulmi menyebut, mengenai kriteria calon penerima beasiswa, program ini dibuka bagi berbagai kalangan profesional, mulai dari ASN, dosen, praktisi, hingga masyarakat umum.
“Syarat utamanya sudah lulus S1 dan mempunyai pengalaman kerja minimal dua tahun. Bagi umum yang penting ber-KTP Papua Selatan, tetapi kami memberikan prioritas khusus kepada Orang Asli Papua Selatan,” tegasnya.
Pendaftaran daring telah dibuka sejak 4 Agustus dan akan berlangsung hingga 6 Oktober mendatang melalui laman situs resmi. Untuk memberikan kejelasan mengenai kuota penerima, kriteria teknis, serta rincian skema pembiayaan, Pemprov Papua Selatan bersama Kedutaan Inggris bakal menggelar sosialisasi terbuka.
”Pada tanggal 3 September nanti, ada sosialisasi dari Kedutaan Inggris untuk menjelaskan sampai pada penganggaran dan pembiayaannya seperti apa. Rencananya akan dilaksanakan di Swiss-Belhotel supaya masyarakat bisa hadir bersama-sama mendengarkan,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa program beasiswa ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada angkatan pertama saja. “Harapan Bapak Gubernur ini bisa berlanjut terus. Kita ingin membantu anak-anak OAP mengembangkan ilmunya ke luar negeri dan pulang kembali untuk mengabdi ke tanah Papua Selatan,” terang Ulmi.
Ditambahkan, selain beasiswa ke Inggris, Pemprov Papua Selatan juga membangun kemitraan dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Musamus (Unmus).
Kerja sama ini difokuskan pada pemetaan dan pelestarian bahasa daerah, seperti Bahasa Marind, guna memperkuat tingkat literasi serta menjaga warisan budaya lokal di Papua Selatan. (Nuryani)












































