Metro Merauke – Tim Ekspedisi Patriot Tim 18 Ekspedisi Patriot IPB University merumuskan strategi penguatan pendidikan kontekstual di kawasan transmigrasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) Salor, Distrik Animha, Kabupaten Merauke.
Langkah ini dihasilkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Merauke, tokoh masyarakat, dan para guru, Senin (31/08/2026).
Diskusi tersebut menyoroti tantangan multidimensi di wilayah pelosok, khususnya masih tingginya jumlah siswa Orang Asli Papua (OAP) yang mengalami kendala baca, tulis, dan hitung (calistung) serta tingginya angka putus sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke, Romanus Kande Kahool, menegaskan bahwa peran orang tua merupakan fondasi utama yang tidak dapat dipisahkan dari proses belajar di sekolah.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pengawasan dan motivasi dari keluarga. Untuk membangun kesadaran tersebut, diperkenalkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang melatih ketahanan fisik dan mental anak sejak dari rumah,” ujar Romanus.

Selain peran keluarga, penyesuaian gaya mengajar guru di lapangan juga menjadi perhatian utama. Kepala Bidang Tenaga Kependidikan dan Kurikulum Disdikbud Merauke, Yohanes B. Krisno, menilai pendekatan deep learning sangat relevan untuk diterapkan mengingat latar belakang sosial dan gaya tangkap siswa OAP yang khas.
“Tiga aspek utama yang perlu diperhatikan meliputi penggunaan bahasa konkret yang kontekstual dengan kehidupan siswa, penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang berorientasi pada pengembangan growth mindset, serta pelaksanaan ekstrakurikuler calistung berbasis alam dengan memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan,” jelas Yohanes.
Dari pertemuan tersebut, Disdikbud Merauke bersama Tim Ekspedisi Patriot merumuskan empat rekomendasi prioritas sebagai solusi jangka panjang:
Optimalisasi asrama sekolah di SMP Negeri Wayau bagi anak-anak dari luar maupun dalam kampung.
Pendirian PAUD/TK untuk membentuk kebiasaan bersekolah sejak dini. Pendirian SMK berbasis keterampilan kerja di Distrik Animha.
Wacana alih status sekolah yayasan (SD YPPK Baad) menjadi sekolah negeri. Melalui kolaborasi ini, pendekatan pendidikan berbasis tempat dan budaya lokal diharapkan mampu menekan kendala calistung sekaligus membuka jalan bagi masa depan anak-anak di timur Indonesia. (Nuryani)















































