Bus Sekolah Tak Beroperasi, Pelajar di Kampung Kesulitan

Markus (topi merah) mengaku pusing memikirkan anak-anak di kampung tidak sekolah akibat bus tak beroperasi

Metro Merauke – Sejumlah orang tua dari Kampung Tambat, Distrik Tanah Miring, Merauke, Papua Selatan menyampaikan kesulitannya lantaran armada bus sekolah sudah beberapa bulan terakhir tidak beroperasi.

Markus, salah satu orang tua siswa dari Kampung Tambat mengungkapkan, akibat tidak beroperasinya bus sekolah, anak-anak di kampung terpaksa tidak sekolah karena tidak ada kendaraan lain yang dapat diharapkan.

Bacaan Lainnya

“Tidak tau apa sebabnya sehingga bus sekolah di tarik ke kota. sekarang tidak ada lagi bus yang masuk ke kampung menjemput anak-anak sekolah,” ucap Markus, Kamis (17/07/2025).

Dikatakannya, umumnya warga di kampung Tambat tak memiliki kendaraan pribadi. Sehingga, selama ini hanya mengandalkan bus sekolah gratis sebagai kendaraan utama untuk membantu kelancaran akses transportasi warga.

Kepala SDN Tambat, Pujiono

Sementara itu Kepala SDN Tambat, Pujiono menambahkan, sekolah lanjutan baik SMP maupun SMA/SMK letaknya jauh dari kampung dengan jarak tempuh puluhan kilo meter.

“Warga di sini (Tambat) sangat bergantung pada bus sekolah disediakan pemerintah. Namun ketika bus di tarik, maka pelajar setempat tidak bisa sekolah dengan baik padahal ini telah masuk tahun ajaran baru,” kata Pujiono.

“Ada juga anak-anak yang harus mencari tumpangan kepada setiap orang yang lewat. Kalau tidak ada, terpaksa anak kembali lagi ke rumah dan tidak sekolah,” bebernya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan, Nelson Sasarari ketika dikonfirmasi menyampaikan, memang benar sementara waktu bus sekolah tidak beroperasi untuk sejumlah trayek di Merauke. Sebab masih dalam pengajuan dukungan dana operasional.

Pihaknya memastikan layanan bus sekolah kembali normal Bulan Agustus mendatang. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *