“Ini Bukti, Bukan Mimpi”: Cerita Dua Putri Papua Selatan Raih Gelar S1 Lewat Beasiswa Luar Negeri

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Paskalis Prayitno dampingi Veronika Yeem dan Aurellia Viona Awom

Metro Merauke – Dua mahasiswi asal Papua Selatan, Aurellia Viona Awom dan Veronika Yeem, berhasil menuntaskan pendidikan sarjana (S1) di perguruan tinggi ternama Amerika Serikat melalui program Beasiswa Siswa Unggul Papua (SUP).

Sekembalinya ke tanah air, kepada Metro Merauke, kedua duta pendidikan daerah ini membawa kisah inspiratif tentang perjuangan menggapai asa menembus keterbatasan hingga siap mengabdi untuk tanah kelahirannya.

Bacaan Lainnya

Program beasiswa SUP merupakan komitmen pemerintah daerah yang kini pengelolaannya dilanjutkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan pasca-pemekaran Daerah Otonomi Baru. Dari sejumlah mahasiswa Papua Selatan yang menempuh pendidikan di luar negeri, Aurel dan Veronika, sukses merampungkan masa studi di luar negeri bahkan pengalaman kerjanya selama di Amerika Serikat.

Veronika Yeem, B.A. (Bachelor of Art)

Bagi Veronika Yeem, gadis kelahiran Merauke, 2 Februari 2002 dan Aurellia Awom yang lahir di Merauke 2 Juli 2001 silam, mimpi berkuliah di Amerika Serikat mungkin terasa bak angan-angan yang terlampau jauh.

Namun hari ini, keduanya berdiri tegak sebagai lulusan sarjana (S1) dari universitas ternama di Negeri Paman Sam melalui Beasiswa Siswa Unggul Papua (SUP).

Perjalanan panjang ini bermula pada tahun 2020. Di tengah berbagai tantangan, Aurel dan Vero terpilih menjadi bagian dari deretan anak-anak terbaik Papua. Mereka digembleng selama satu tahun penuh dalam pembinaan Bahasa Inggris di Jakarta, melanjutkan studi ke Jakarta International College (JIC), hingga akhirnya resmi ditransfer ke universitas tujuan di Amerika Serikat pada semester Spring 2023.

Aurellia Viona Awom, B.S. (Bachelor of Science)

Dikatakan Aurellia Viona Awom, kesempatan menempuh studi di University of Wyoming mengambil jurusan Bachelor of Science in Business Management dengan minor Professional Sales, adalah sebuah keajaiban yang tak pernah ia sia-siakan.

Menyadari latar belakang keluarganya yang serba terbatas secara ekonomi, Aurel menjadikan keterbatasan tersebut sebagai bahan bakar utama dalam studinya.

“Secara pribadi, saya berasal dari latar belakang keluarga yang mungkin kurang mampu. Namun ketika mendapat kesempatan berharga ke luar negeri, ini menjadi dorongan luar biasa untuk mengejar mimpi yang semula terasa tak terjangkau. Ini kesempatan yang sangat membuka wawasan saya secara internasional,” ungkap Aurel penuh haru.

Menjelajahi benua yang berbeda ribuan mil tentu bukan tanpa hambatan. Perbedaan budaya (culture shock) dan tantangan berbahasa menjadi ujian awal yang harus mereka taklukkan.

Meskipun telah mengantongi bekal bahasa selama satu tahun di Jakarta, berdiskusi dalam ruang kuliah bersama para profesor dan mahasiswa lokal Amerika menuntut daya adaptasi yang tinggi.

Rahasia ketahanan mereka terletak pada dua hal: menemukan ‘rumah kedua’ di tengah komunitas serta prinsip kontrol diri yang kokoh. Komunitas mahasiswa Papua dan Indonesia di Amerika Serikat menjadi tempat mereka saling menguatkan dan merawat kehangatan kekeluargaan.

“Di luar negeri, lingkungannya sangat universal dan bebas. Ada budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kita di Indonesia. Kuncinya adalah pandai mengontrol diri, tetap memegang teguh identitas kita, serta aktif merajut kebersamaan dengan komunitas sesama anak Indonesia dan Papua,” tutur Veronika.

Setelah menyelesaikan studi S1, Vero dan Aurel kini bersiap untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2) sembari membagikan wawasan serta daya saing kepada anak-anak muda di Papua Selatan.

“Kami ingin membagikan ilmu dan semangat ini kepada adik-adik di Merauke dan seluruh Papua Selatan. Jangan takut bermimpi besar, karena Papua Selatan membutuhkan anak-anak muda yang siap bersaing dan membangun tanah ini. Kami juga akan terus memberikan motivasi, memang ini hanya hal kecil tapi sangat berdampak,” ucapnya.

Mereka juga berharap sistem pendidikan di daerah dapat terus berkembang menjadi lebih fleksibel dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Keberhasilan dua anak Papua Selatan dalam menuntaskan studi di luar negeri tak lepas dari pengawalan berkelanjutan Pemerintah Provinsi Papua Selatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Paskalis Prayitno, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi dan kelulusan para penerima beasiswa ini, yang diharapkan menjadi pelopor pembangunan SDM unggul di Provinsi Papua Selatan. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *