Metro Merauke – Momentum kelulusan bukanlah garis finish, melainkan gerbang awal untuk sebuah perjalanan yang jauh lebih besar. Pesan kuat itulah yang ditekankan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Yamra Merauke, Abdul Rasyid, dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Pascasarjana dan Program Studi Pendidikan Agama Islam Angkatan XII dan XIII Tahun 2026 yang digelar khidmat di Merauke, Papua Selatan, Selasa (16/06/2026).
Di hadapan para lulusan dan tamu kehormatan termasuk Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo hingga unsur Forkopimda, serta para akademisi, Abdul Rasyid menegaskan bahwa gelar akademik yang diraih hari ini adalah modal utama untuk turun dan berdampak langsung di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Abdul Rasyid menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran para pemangku kepentingan dalam gelaran wisuda kali ini.
Menurutnya, kehadiran jajaran pemerintahan dan tokoh masyarakat merupakan bukti nyata dari komitmen bersama dalam memajukan pendidikan tinggi Islam di Papua Selatan
“Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan adanya perhatian dan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan tinggi Islam serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Selatan,” ujarnya penuh optimisme.
Sebagai institusi, STIT Yamra Merauke memikul tanggung jawab besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui tri dharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Berbagai pencapaian yang diraih kampus hingga saat ini merupakan buah dari kepercayaan besar yang diberikan oleh pemerintah, masyarakat, serta kerja keras seluruh civitas akademika.
Ke depan, kata Abdul Rasyid, STIT Yamra Merauke berkomitmen untuk terus menaikkan standar kualitas pendidikan guna mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara spiritual dan karakter.

”Esensi dari pendidikan Islam memiliki dimensi yang lebih dalam dibandingkan pendidikan umum. Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, namun fokus utama juga terletak pada penanaman akhlak dan spiritualitas yang dapat melahirkan generasi yang beriman, bertakwa, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” jelasnya.
Tak lupa, apresiasi tinggi juga ia sampaikan kepada para orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan moral, doa, dan pengorbanan tanpa lelah sepanjang perjalanan studi para lulusan.
“Kami percaya para lulusan STIT Yamra Merauke akan menjadi bagian dari generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Papua Selatan dan Indonesia,” tuturnya.
Hadir dan memberikan sambutan dalam rapat senat terbuka tersebut, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyampaikan pesan strategis mengenai pentingnya integrasi nilai dalam dunia akademik.
“Dalam merencanakan dan mendesain kurikulum-kurikulum pembelajaran di dalam mata-mata kuliah, tidak boleh mengabaikan unsur pendidikan nilai atau value education,” tegas Gubernur Apolo.
Dia mengingatkan, bangsa lain sejak dahulu mengenal Indonesia sebagai bangsa yang unggul karena nilai-nilai luhurnya. Oleh karena itu, jati diri bangsa yang bersandar pada nilai kemanusiaan universal tidak boleh ditinggalkan di semua jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.
Gubernur juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Masjid Raya Al-Aqsha Merauke dan STIT Yamra Merauke yang telah mengambil bagian membantu pemerintah dalam menyediakan akses layanan pendidikan tinggi di Papua Selatan.
Melalui kerja keras para dosen, kampus telah berhasil melahirkan sarjana-sarjana baru yang siap bersaing.
“Wisuda ini bukan merupakan akhir dari perjuangan saudara. Wisuda ini adalah awal dari pengabdian, karya-karya besar, dan pelayanan kepada masyarakat yang harus saudara mulai,” pesan Gubernur Apolo kepada para wisudawan. (Nuryani)
















































