Dinsos Papua Selatan Alokasikan Dana Otsus 2026 untuk Kebutuhan Pokok Anak OAP di Panti Asuhan

Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Selatan, Fidelis Nggol

Metro Merauke – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Papua Selatan, memastikan fokus penyaluran bantuan sosial tahun anggaran 2026 akan menyasar pada pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak Orang Asli Papua (OAP) yang berada di panti asuhan. Program ini dibiayai sepenuhnya melalui dana Otonomi Khusus (Otsus).

​Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Selatan, Fidelis Nggol, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan kesejahteraan anak-anak OAP di tengah adanya efisiensi anggaran secara nasional.

Bacaan Lainnya

​”Program bantuan sosial pembiayaan kebutuhan hidup anak-anak OAP di Panti Asuhan Merauke tersebut menggunakan dana Otsus tahun anggaran 2026,” ujar Fidelis saat ditemui wartawan di KTM Salor, Selasa (05/05/2026).

​Berbeda dengan skema bantuan tunai, Fidelis menjelaskan bahwa bantuan kali ini diberikan dalam bentuk barang, dengan prioritas utama pada pemenuhan kebutuhan pangan (makan). Hal ini dilakukan agar dampak bantuan dapat dirasakan langsung oleh anak-anak penghuni panti.

​Adapun besaran anggaran yang dialokasikan untuk program ini berjumlah tidak lebih dari Rp500 Juta. Pembatasan nilai ini disebabkan oleh total pagu dana Otsus yang diterima Dinsos Papua Selatan pada tahun ini hanya sebesar Rp1 Miliar.

​Akibat adanya efisiensi anggaran, untuk sementara program ini hanya dapat dilaksanakan di wilayah Kabupaten Merauke. Fidelis menegaskan bahwa sasaran bantuan adalah seluruh panti asuhan di Merauke yang menampung anak-anak OAP.

​”Program ini tidak berlaku bagi asrama pelajar dan mahasiswa karena secara regulasi memiliki kewenangan yang berbeda,” tambahnya.

​Pemerintah Provinsi berharap kondisi keuangan pada tahun-tahun mendatang dapat kembali stabil sehingga alokasi dana Otsus bisa meningkat. Dengan demikian, jangkauan bantuan sosial serupa dapat diperluas ke tiga kabupaten lainnya di wilayah Papua Selatan.

​”Kami berharap tahun mendatang kondisi kembali normal sehingga anggaran Otsus bertambah, agar program ini dapat dilakukan juga di Kabupaten Boven Digoel, Mappi, dan Asmat,” tutup Fidelis. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *