Koperasi Inggyash Ghuzi Mulai Bangun Kebun Sawit Plasma Mandiri di Ulilin Merauke

Metro Merauke – Koperasi Serba Usaha Inggyash Ghuzi resmi memulai pembangunan dan pengelolaan kebun kelapa sawit plasma secara mandiri di Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi, kepemilikan, dan kesejahteraan masyarakat adat dari sembilan marga yang menjadi anggota koperasi.

Bacaan Lainnya

​Dalam upaya ini, Koperasi Inggyash Ghuzi melakukan transformasi penuh dari pola Koperasi Manajemen Satu Atap menjadi Koperasi Mandiri. Saat ini, koperasi telah mengantongi Hak Guna Usaha (HGU) seluas 4.607,2 hektare (ha) atas nama koperasi.

Dari total areal tersebut, sekitar 3.755 ha direncanakan untuk peruntukan kebun kelapa sawit, sedangkan 852 ha sisanya ditetapkan sebagai areal Nilai Konservasi Tinggi (NKT). Lahan HGU ini sebelumnya merupakan bagian dari HGU PT Papua Agro Lestari (PAL) yang telah dipisahkan dan dialihkan kepada koperasi sesuai ketentuan perundang-undangan serta disahkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI.

​Untuk mendukung tata kelola dan operasional kebun, Koperasi Inggyash Ghuzi menunjuk PT Bina Papua Luhurkarya (BPL) sebagai mitra pelaksana dan pendamping pembangunan kebun.

Pihak koperasi menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan kebun plasma ini dilakukan secara mandiri bersama PT BPL tanpa adanya campur tangan dari PT PAL. Pembangunan kebun dilaksanakan secara bertahap, dengan target tahap pertama pembukaan lahan seluas 500 hektare hingga akhir tahun 2026.

​Perjalanan menuju kemandirian ini telah dirintis sejak tahun 2023 melalui lima tahapan utama, pelaksanaan musyawarah bersama sembilan marga melalui proses sosialisasi, konsultasi, dialog, persetujuan, hingga aksi bersama.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan PT BPL guna memperkuat kapasitas kelembagaan dan profesionalisme tata kelola koperasi. Pelaksanaan dialog serta penerimaan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan.

Kemudian disusul menyelenggarakan upacara dan ritual adat pada 25 Juni 2026 sebagai simbol dimulainya pembangunan serta bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya setempat.

Tak kalah penting, menempatkan masyarakat adat sebagai pemilik, pengelola, sekaligus penerima manfaat utama dari usaha perkebunan.

​Ketua Koperasi Inggyash Ghuzi, Richard Nosai Koula, menyampaikan rasa bangga atas terealisasikannya pembangunan kebun kemitraan yang telah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat.

“Pembangunan kebun kemitraan atau plasma ini sudah lama ditunggu oleh masyarakat, dan kami bangga pada akhirnya dapat terwujud. Harapan kami, pembukaan lahan dan penanaman kelapa sawit dapat segera dilakukan untuk masa depan ekonomi yang lebih baik,” ujar Richard.

​Senada dengan hal tersebut, PT BPL menyatakan komitmennya untuk menjalankan pembangunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mendukung pengembangan kebun plasma yang transparan, profesional, dan berkelanjutan demi memberikan manfaat optimal bagi masyarakat adat.

​Dengan mengusung semangat “Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita”, Koperasi Inggyash Ghuzi berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas usaha dan memastikan seluruh proses pengelolaan kebun berjalan secara bertanggung jawab demi kesejahteraan generasi masa depan di Distrik Ulilin. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *