Metro Merauke – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Papua Selatan, sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dalam ajang bergengsi Xponesia 2026, booth pameran milik BPD HIPMI Papua Selatan dinobatkan sebagai peraih penghargaan Booth Design.
Penghargaan bergengsi ini diberikan atas dasar kreativitas tanpa batas, inovasi visual, serta kemampuan luar biasa yang ditampilkan tim HIPMI Papua Selatan dalam menarik perhatian publik.
Sepanjang pelaksanaan event 10-11 Juni 2026, booth yang diisi aneka hasil UMKM Papua Selatan tidak hanya menonjol secara estetika, tetapi juga menjadi pusat perhatian berkat konten edukatif dan interaksi yang dinamis serta inspiratif.
Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa pelaku usaha muda dari ujung timur Indonesia mampu bersaing dan unggul dalam hal inovasi di tingkat nasional.
Booth BPD HIPMI Papua Selatan berhasil mencuri perhatian dewan juri dan ribuan pengunjung dengan menyajikan konsep yang memadukan kekayaan budaya kearifan lokal Papua Selatan dengan sentuhan modernitas digital.
Tidak sekadar memajang produk, booth ini menghadirkan pengalaman interaktif (interactive experience) bagi pengunjung melalui presentasi peluang investasi daerah, produk UMKM unggulan yang naik kelas, hingga ruang diskusi yang mempertemukan para pengusaha muda.
Ketua Umum BPD HIPMI Papua Selatan, Nickson Pampang, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas kerja keras seluruh tim yang terlibat. Menurutnya, penghargaan ini didedikasikan untuk seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Papua Selatan.
”Kami ingin membawa wajah Papua Selatan yang maju, inovatif, dan siap berkolaborasi di era digital. Penghargaan Best Booth Design ini adalah bonus dari komitmen kami untuk memberikan yang terbaik dan menginspirasi banyak orang melalui potensi besar yang dimiliki daerah kami,” tutur Nickson Pampang kepada Metro Merauke, Kamis (11/06/2026).
Penilaian tim juri Xponesia 2026 untuk lima kategori. Dimana booth HIPMI Papua Selatan unggul mutlak dalam memanfaatkan ruang pameran menjadi media komunikasi yang hidup.
Konten yang disajikan dinilai sangat informatif, sementara aktivitas interaktif di dalamnya berhasil membangun engagement yang kuat dengan publik secara positif. (Nuryani)
















































