Metro Merauke – Pesona bumi Cenderawasih sukses memikat hati masyarakat di Pulau Sumatra. Kehadiran stan Xponesia Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Papua Selatan di arena Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI di Lampung menjadi salah satu daya tarik utama yang paling diserbu pengunjung, Rabu (10/06/2026).
Memboyong rombongan pengurus dan para pelaku usaha lokal, BPD HIPMI Papua Selatan di bawah komando sang Ketua, Nickson Pampang, tampil totalitas. Mereka menyulap stan pameran menjadi etalase kebudayaan dan inovasi yang eksotis, mengenalkan kekayaan Nusantara Timur langsung ke gerbang Sumatra.
Antusiasme luar biasa datang dari berbagai pengunjung yang memadati stan. Keunikan produk-produk yang dipamerkan dinilai memberikan warna berbeda dan menjadi daya tarik tersendiri yang jarang ditemui di wilayah barat Indonesia.
”Senang sekali bisa melihat langsung berbagai hasil kerajinan dan inovasi UMKM dari Papua Selatan. Produknya sangat unik, punya karakter kuat, dan punya nilai seni yang tinggi,” ujar Adrian, salah satu pengunjung asal Bengkulu.
Ketua Bidang IX UMKM, Kewirausahaan, dan Koperasi BPD HIPMI Papua Selatan, Yulita Sirken, membeberkan ragam produk unggulan yang sengaja dibawa jauh-jauh untuk unjuk gigi di momen nasional ini.
Papua Selatan tidak hanya membawa karya seni, tapi juga komoditas pangan dan fesyen premium, di antaranya, mahakarya seni ukiran khas suku Asmat, kerajinan noken asli Boven Digoel, serta Tifa (alat musik tradisional) hasil karya Komunitas Yekinto Yanggandur.
Fesyen dan karya kerajinan kulit buaya eksklusif dari Merauke, kain batik nenang ikat Maro buatan Kayu Kalando Art, hingga tas rajutan dan batik Papua produksi Rumalewang.

Tak ketinggalan kuliner komoditas khas berupa keripik pisang madu dari bahan pisang dewaka khas Merauke produksi Monggo Anim, serta Kopi Rusa Muting yang melegenda.
”Kami ingin menunjukkan bahwa UMKM Papua Selatan siap bersaing di kancah nasional. Dari kerajinan tangan tradisional hingga produk kuliner inovatif, semua punya potensi pasar yang luar biasa besar,” kata Yulita Sirken.
Kehadiran kontingen Papua Selatan ini menjadi bukti nyata semangat kolaborasi pengusaha muda dalam mendorong geliat ekonomi kreatif dari daerah.
Momentum ini terasa semakin bergengsi karena perhelatan akbar Munas XVIII HIPMI di Lampung dijadwalkan dibuka langsung Presiden RI, Prabowo Subianto dan berlangsung sepanjang 10-11 November.
Bagi BPD HIPMI Papua Selatan, ajang Xponesia ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan jembatan emas untuk membuka jaringan pasar baru, memikat investor, sekaligus membuktikan bahwa produk lokal dari ujung timur Indonesia memiliki daya saing yang tinggi dan pesona yang tak lekang oleh waktu. (Nuryani)
















































