BPP HIPMI di Rakerda dan Diklatda Papua Selatan: “Jangan Jadi Penonton di Rumah Sendiri”

Ketua Bidang VII Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan BPP HIPMI, M Hadi Nainggolan

Metro Merauke – Pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) BPD HIPMI Papua Selatan tahun 2026 yang berlangsung dua hari mendapatkan atensi penuh dari pengurus pusat.

​Hadir memberikan arahan strategis, Ketua Bidang VII Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, M Hadi Nainggolan, menegaskan komitmen pusat untuk mengawal pengusaha muda di wilayah Papua Selatan agar naik kelas dan tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri.

Bacaan Lainnya

​Merespons komitmen Ketua BPD HIPMI Papua Selatan, Nickson Pampang, yang menolak anggapan pengusaha lokal hanya berada di level bawah, M. Hadi Nainggolan menyatakan bahwa wilayah Papua Selatan saat ini menjadi salah satu tumpuan andalan nasional. Hal ini seiring dengan masifnya program Program Strategis Nasional (PSN) terkait swasembada pangan, lumbung pangan, energi, dan air.

​”Saya berkomitmen dari awal dan sampai detik ini kita akan kawal. Bagaimana anak-anak Papua Selatan tidak lagi menjadi penonton atas pengusaha nasional yang datang untuk mengerjakan proyek di sini. Kita dorong kawan-kawan, khususnya di Merauke dan sekitarnya, untuk bisa menjadi kontraktor-kontraktor besar yang mengisi sektor pemerintahan,” tegas Hadi Nainggolan di hadapan peserta Rakerda dan Diklatda yang juga dihadiri Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo.

​Ia juga menyoroti peluang nyata yang ada di depan mata, mulai dari program optimasi lahan rawa hingga pengembangan kawasan strategis nasional lainnya. BPP HIPMI siap melakukan asistensi penuh guna mengurai kendala di lapangan.

​Namun, Hadi mengingatkan bahwa kedekatan emosional dan adanya momentum politik-ekonomi tidak akan berdampak tanpa adanya kapasitas diri yang mumpuni.

​”Sukses itu adalah bertemunya antara momentum dengan kompetensi. Momentumnya ada, dekat dengan Ketua Nickson, dekat dengan Pak Gubernur, atau dekat dengan Menteri Pertanian sekalipun, tidak akan ada manfaatnya kalau kita tidak punya inisiatif dan kompetensi. Soft skill dan pemenuhan persyaratan secara profesional harus didorong bersama,” ujarnya mengingatkan.

​Sebagai Ketua Dewan Pembina HIPMI Papua Selatan, Hadi Nainggolan juga memberikan catatan organisatoris penting, terutama menjelang perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI ke-18 yang dijadwalkan pada 10 Juni mendatang, dihelat bertepatan dengan Hari Ulang Tahun HIPMI dan Hari Kewirausahaan Nasional.

​Mengingat riak-riak kontestasi tingkat nasional sudah mulai terasa di daerah, kata Nainggolan, dirinya berpesan dengan tegas agar seluruh kader di Papua Selatan menjaga kedewasaan berorganisasi.

​”Pesan saya, jangan berpecah, jangan bertengkar, jangan berkonflik hanya gara-gara beda pilihan. Berbeda pandangan itu biasa, tinggal dikomunikasikan. Saya sudah 18 tahun di HIPMI, belum pernah melihat BPD yang konflik terus-menerus bisa melahirkan pemimpin nasional dari daerah. Tapi kalau BPD-nya solid, saling menyayangi, dan saling mendukung akan melahirkan calon pemimpin masa depan di tingkat nasional,” tutur pria berdarah Batak tersebut.

​Pada kesempatan itu Hadi Nainggolan membagikan tiga filosofi hidup mendalam yang ia harapkan dapat diadopsi seluruh pengurus BPD HIPMI Papua Selatan dalam menjalankan amanah organisasi: Bangun prestasi, tinggalkan warisan (legacy), dan menjadi inspirasi yang mampu menggerakkan dan menginspirasi banyak orang melalui rekam jejak yang positif.

​”Mari kita buktikan pengusaha Papua Selatan adalah penggerak utama ekonomi daerah. Bekerja keras tanpa henti, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas,” tutupnya. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *